POTENSIAL: Laga antara Tim Pra-PON DIJ (biru) kontra Timnas U-19 di Stadion Mandala Krida (2/7/2014) silam. Di antara pemain-pemain Tim Pra-PON ini kini ada yang menjadi penggawa klub-klub ternama di Tanah Air.
JOGJA – Tim sepak bola Pra-PON DIJ siap melayani uji coba dengan klub manapun. Sebab, sampai dengaan saat ini gelaran Pra-PON cabang sepak bola masih belum bisa dipastikan kapan akan ber-langsung. Hal tersebut dilakukan untuk menunggu kepastian dan mem-persiapkan skuad. “Kami akan menerima ajakan untuk melaku-kan uji tanding dengan tim ma-napun. Utamanya tim amatir yang ada di DIJ,” jelas pelatih Pra PON DIJ Seto Nurdiyantara Senin (4/1).

Seto menjelaskan, uji coba dari tim-tim amatir di DIJ lebih efektif dilakukannya daripada melakukan pemusatan latihan. Sebab, tawaran uji coba lebih banyak bersifat in-sidentil. Dan para pemain baru berkumpul tepat beberapa jam sebelum laga persahabatan digelar.Itu seperti yang dilakukan Seto bersama pasukannya saat mela-deni permintaan uji coba dengan salah satu tim amatir anggota kompetisi Pengcab PSSI Bantul di lapangan Ringinharjo, Bantul, Minggu petang (3/1).

Menurunya, uji coba itu meru-pakan laga kedua setelah sebe-lumnya diajak bertanding dengan Persipura Jayapura. “Melawan Persipura ketika itu sifatnya juga dadakan. Karena mereka tengah bermain di Piala Jenderal Sudirman yang digelar di Sleman,” jelasnya.Seto menjelaskan, sejumlah uji coba dengan tim amatir sudah disanggupi sebelumnya dan telah berkomunikasi dengan seluruh pemain. Usai beruji coba dengan Persipura, Seto menawari anak asuhnya untuk berujicoba dengan tim amatir DIJ.Dia menyebut, anak asuhnya tidak berkeberatan untuk mela-kukan ujicoba. “Apalagi bila ada bayaran, bisa buat jajan mereka daripada menunggu ketidakpas-tian,” jelas dia.

Seto mengaku dari sekitar lebih 20 pemainnya saat ini hanya ter-kumpul 14 di antaranya saja. Sisanya sejumlah pemain memilih tawa-ran uji coba ke daerah-daerah lain.Seperti Sunny Hizbullah dan ketiga rekannya yang tengah ber-ada di Jambi membela sebuah klub untuk berkompetisi di sana. Lalu beberapa pemain lainnya juga meminta izin ke Bali untuk ikut tarkaman di Pulau Dewata terse-but. “Tidak masalah selama me-reka yang tidak dalam satu tim saat ini masih tetap beratiktivitas tidak jauh dari sepak bola agar fisik, stamina, dan ball feeling selalu terjaga,” jelasnya.Seto berharap gelaran Pra-PON sepak bola bisa kembali dilang-sungkan. Jika infonya akan dimu-lai lagi pada Januari ini, hal itu pun harus juga ada kepastiannya segera. “Mempersiapkan kem-bali tim jelas bukan perkara mudah. Jadi harus segera ada kepastian-nya,” tegas Seto. (bhn/din/ong)