PERGI TINGGALKAN PESAN: Dokter Rica Tri Handayani bersama anaknya yang dibawa menghilang. Dokter cantik ini menghilang setelah meninggalkan surat yang isinya pamit untuk ke jalan Allah
SLEMAN – Seorang dokter can-tik Rica Tri Handayani, dilaporkan menghilang secara misterius. Se-belumnya, perempuan alumni Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2006 itu berpamitan kepada suaminya dan hilang kon-tak sejak Rabu (30/12) lalu. Setelah ditunggu hingga lima hari tak kunjung pulang, sang suamin Adi-tya Akbar Wicaksono melapor ke pihak berwajib Senin (4/12).

Setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian langsung sigap bergerak untuk melakukan pe-nelusuran. Direktur Reserse Kri-minal Umum (Direskrimum) Polda DIJ Kombes Pol Hudit Wa-hyudi menyebutkan, kini pihaknya sudah membentuk dua tim pen-carian. “Masih dalam penyelidi-kan, kami menyelidik dari berba-gai sumber dengan membentuk dua tim,” katanya kepada Radar Jogja, Senin (4/1)
Hudit mengatakan, kasus ter-sebut tergolong unik. Sebab, sebelum pergi, sang istri sempat berpamitan dengan kedua orang tua, kakak, adik, dan suaminya. Dijelaskan, sebelumnya, Rica yang berasal dari Lampung, Su-matera, datang mengunjungi suaminya di Jogjakarta pada 12 Desember 2015. Sebab suaminya sedang mengambil spesialisasi dokter bedah di UGM.

Lalu pada 29 Desember 2015, Rica dan Adit pergi ke Maguwo-harjo, Sleman untuk mengunjungi sepupu Adit dan tinggal di tem-pat tersebut. Kemudian pada 30 Desember, saat Adit sedang berada di RS Sardjito, dihubungi oleh kerabatnya bahwa istri dan anaknya telah pergi meninggal-kan rumah. “Dijemput seseorang yang masih terhitung kerabatnya. Penjemput itu memakai pa kaian khusus,” ujar Hudit.

Sebelum pergi, kepada kedua orang tuanya, Rica mengaku akan berjuang di jalan Allah. Kepada suaminya, ibu satu anak itu sem-pat meninggalkan sepucuk surat yang terdiri dari beberapa lembar. Hudit menyebut kasus tersebut belum ditemukan indikasi pi-dana. Sebab sang istri berpamitan sebelum pergi. “Tanggal 30 di-duga pergi, hilang kontak, tang-gal 31 suami melapor ke Polda DIJ,” terangnya. Dalam surat tersebut, isinya kurang lebih sang istri berpamitan memo-hon maaf tidak bisa bertemu langs-ung. Sebab jika bertemu langsung pasti sang suami akan sedih.

Dalam suratnya, Rica juga meng-gambarkan mengenai keyakina-nya. Bahwa saat ini telah banyak bencana karena umat Islam si-fatnya tidak lagi sesuai akidah. “Dia berpamitan dan merasa bertanggung jawab untuk mem-perbaiki itu, dan ingin mengab-di di jalan Allah,” kata Hudit membacakan isi surat tersebut.

Melihat kasusnya, Hudit me-ngatakan, belum dapat me-nyimpulkan apakah ada hubung-annya kepergian Rica dengan organisasi tertentu. Termasuk setelah dia melihat surat yang dibuat tersebut. Pilisi juga masih menyelidiki siapa orang yang menjemput Rica. “Dia membawa anaknya, di-katakan agar besok bisa men-jadi anak yang benar. Kita belum tahu keyakinan dalam hatinya didapat dari buku atau pengaruh orang lain,” imbuhnya.

Polisi menduga, perempuan tersebut sudah merencanakan kepergian dari jauh hari. Hal itu melihat dari surat pamitan yang dibuat cukup panjang. Bahkan, disebutkan juga telah disertai dengan rincian keuangan. “Kepada orang tuanya, dikatakan tidak akan bergabung dengan ISIS atau sejenisnya. Selain itu juga bukan untuk pergi selamanya. Jadi masih dimungkinkan akan kembali,” ucapnya. (riz/jko/ong)