JOGJA – Biaya yang dikeluarkan untuk Jumenengan Dalem Kan-jeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X (KGPAA PA X) kurang lebih Rp 500 juta. Setengah dari biaya itu, merupakan sumbangan dari warga untuk mangayu-bagya pelantikan yang berlang-sung Kamis (7/1) lusa
Hal itu disampaikan Ketua II Bidang Administrasi K.R.M.T Tirtonegoro. Dalam kesempatan ini, dia menegaskan, panitia Jumenengan Dalem tidak pernah menyebarkan surat maupun proposal. Sumbangan datang secara sukarela dari warga dalam menyambut jumenengan dalem. “Tidak pernah meminta apa pun kepada warga, baik itu dengan surat atau proposal. Ini penting untuk disampaikan agar tidak ada kesalahpahaman. Warga justru ingin berperan serta dalam penobatan KGPAA PA X ini,” katanya ditemui di Kadipaten Pakualaman, Senin (4/1) siang.

Pria yang akrab disapa Joko Tirtono ini menjelaskan, jumlah sumbangan jika dirupiahkan setara Rp 200 juta. Sedangkan sisanya, merupakan dana dari Kadipaten Pakualaman sendiri. Namun ketika ditanya jumlah pasti dana keluarga, dia tidak bisa menjawab secara pasti. “Total biaya antara Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Menurut perhitungan saya, bantuan war-ga separo dari kebutuhan itu. Sedangkan separonya meng-gunakan dana pribadi. Saya tidak tahu secara pasti jumlah dan sumbernya, karena yang me-ngurusi keluarga,” katanya.

Sumbangan yang diberikan kepada Kadipaten Pakualaman dalam berbagai bentuk. Mulai dari tenda, sound system, hing-ga buku yang dibagikan kepada tamu undangan. Ada juga ba-liho di beberapa titik jalan dan jasa dokumentasi.Menurutnya, jumenengan ini merupakan acara bersama. Da-lam kesempatan tersebut, Ka-dipaten Pakualaman melibatkan secara langsung warga sekitar. Salah satunya dengan kirab ageng yang melibatkan beberapa un-sur masyarakat. “Merupakan wujud kegembi-raan kita semua dengan jume-nengan dalem KGPAA PA X. Dalam kirab ageng, setelah jume-nengan akan memperkenalkan KGPAA PA X kepada masyarakat. Dengan kirab enam kereta kuda dikawal oleh beberapa elemen masyarakat,” ungkapnya.

Untuk undangan panitia Jume-nengan Dalem, panitia menyebar-kan sekitar 995 undangan. Dengan rincian setiap undangan berlaku untuk satu atau dua orang. Sedang-kan untuk kursi, disediakan sekitar 1.500 kursi di Bangsal Sewatama.Mesin barcode pun disediakan untuk memudahkan tamu unda-ngan. Ada 10 mesin barcode yang digunakan untuk mendata kartu undangan. Tujuannya untuk mem-permudah dan mempercepat dalam mendata tamu yang datang. “Untuk undangan, pastinya kami mengundang kerajaan-kerajaan di nusatanra. Ada pula tamu negara dan sekitar tujuh menteri konfirmasi akan hadir. Untuk RI 1 dan RI 2, masih dalam konfirmasi. Untuk menteri yang hadir, saya juga belum tahu siapa saja, karena saya juga baru datang dari Jakarta,” pungkasnya.

Ketua I Jumeneng dalem PA X KPH Indrokusumo menambahkan, dari undangan yang sudah disebar, beberapa sudah menyatakan kon-firmasi kehadirannya, seperti dari Keraton Kasepuhan Cirebon dan Karangasem Bali. “Kalau tidak langsung raja, mungkin ada per-wakilan yang datang,” ungkapnya.Pengageng Kawedanan Ageng Budaya lan Pariwisata Puro Pa-kualaman tersebut mengaku sudah menjalin komunikasi dengan raja-raja di Indonesia melalui Forum Komunikasi dan Informasi Kerajaan Nusantara (FKIKN). (pra/dwi/jko/ong)