GUNAWAN/Radar Jogja
LEKAS SEMBUH: Seorang perawat tengah melakukan perawatan medis kepada pasien anak penderita penyakit tifus di RS Nur Rohmah, kemarin (5/1)

GUNUNGKIDUL – Jumlah anak di Gunungkidul yang mengalami gangguan kesehatan ternyata cukup tinggi. Meski grafik cenderung tidak mengalami kenaikan, jumlah anak tidak sehat setiap tahun angkanya masih di atas 6.000 kasus.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari Aris Suryanto mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki instasinya, jumlah pasien anak dalam beberapa tahun terakhir memang masih tinggi.

“Jumlah pasien anak per 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015 sebanyak 6.126 anak,” kata Aris Suryanto kemarin (5/1). Dia menjelaskan, dalam rentang satu tahun itu ribuan anak mengalami gangguan kesehatan.

Berdasarkan hasil diagnosa dokter RSUD Wonosari, pasien anak menderita jenis penyakit seperti, tubercolosis (TB) atau infeksi saluran pernapasan, pneumonia atau paru-paru basah, DHF atau demam berdarah dangue (DBD), febris (demam), demam typoid, ISPA (infeksi saluran pernafasan akut), asma, thalassemia, anemia, gizi buruk dan yang lain. “Namun jenis penyakit paling dominan adalah ISPA dan pneumonia,” ungkapnya.

Fenomena maraknya kasus anak penderita gangguan kesehatan juga disampaikan oleh seorang bidan persalinan di Gading, Playen, Wahyuningsih. Dia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir sering menangani kasus pasien anak. Berdasarkan data, banyak anak balita mengalami muntah-muntah. “Jika tidak segera mendapatkan penanganan bisa berakibat fatal,” kata Wahyu.

Kondisi serupa juga berlangsung di RS Nur Rohmah Gading, Playen. Seorang perawat mengatakan, dalam dua hari terakhir menangani kasus penyakit tifus pada anak. Di antara pasien sudah diizinkan pulang, namun masih ada yang menjalani perawatan medis. “Untuk kasus pasien anak terkena penyakit tifus ada dua pasien,” kata perawat.

Sementara itu keluarga pasien, Soezi Andhianna mengatakan, oleh dokter anak pertamanya didiagnosa menderita penyakit tifus. Sejak Senin lalu buah hatinya opname di RS Nur Rohmah.

“Belum diizinkan pulang karena sampai sekarang infus belum dilepas,” ucap ibu satu anak ini. (gun/laz/ong)