GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GLADI PRAJURIT: Prajurit Lombok Abang mengikuti gladi bersih prosesi Jumenengan Dalem KGPAA Paku Alam X di kompleks Pura Pakualaman, Jogjakarta, Selasa (5/1). Berbagai persiapan prosesi penobatan KBPH Suryodilogo menjadi KGPAA Paku Alam X pada 7 Januari mendatang diperkirakan telah mencapai 90 persen.
JOGJA – Proses rekonsiliasi di Puro Pakualaman bisa dimulai saat jumeneng dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam (PA) X, Kamis (7/1) nanti. Pasalnya, kubu KGPAA Paku Alam (PA) IX Anglingkusumo, yang selama ini berseberangan, menyatakan akan hadir dalam jumeneng dalem tersebut. M
eski belum berarti mengakui Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Suryodilogo sebagai Adipati PA X. “Saya Insya Allah akan hadir juga,” kata Peng-hageng Kawedanan Kasentanan Kadipaten Puro Pakualaman versi KGPAA Paku Alam IX Angling-kusumo, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Widjojokusumo, kemarin (5/1)
Diakuinya, sudah ada unda-ngan yang dilayangkan kepada-nya untuk menghadiri acara Jumeneng Dalem PA X. Men-urutnya, undangan ditujukan kepada Anglingkusumo. Namun, yang bersangkutan dipastikan tidak bisa menghadirinya dan diamanatkan kepadanya untuk mewakili. “Beliau (Anglingku-sumo) cetho ora rawuh (jelas tidak bisa datang). Beliau sudah berpesan kepada saya, tidak bisa datang tolong diwakili. Saya sudah mendapat amanat dari Pak Angling,” paparnya.

Menurutnya, PA IX Angling-kusumo tidak bisa hadir karena kondisinya sedang tidak prima. “Beliau kesehatannya juga sedang tidak begitu prima. Beliau pakai tongkat, saya juga pakai tongkat, tapi lebih berat beliau daripada saya,” ujarnya. Dia juga mengatakan kehadi-rannya dalam jumeneng dalem nanti sebagai perwakilan dari PA IX Anglingkusumo. “Atas pribadi bisa, mewakili (Angling-kusumo) juga langkung sae (le-bih bagus),” lanjutnya.

Tapi dia buru-buru menjelas-kan kehadiran kubu Angling-kusumo dalam prosesi jumeneng dalem PA X, bukan berarti me-legitimasi atau memberi du-kungan kepada KBPH Prabu Suryodilogo sebagai pewaris takhta Puro Pakualaman atau Adipati PA X. Sampai saat ini Kubu Anglingkusumo masih menunggu perkembangan. “Kita berharap, setelah ini (ju-meneng dalem PA X) akan ada upaya rekonsiliasi,” ungkapnya.Rekonsiliasi apa yang dimaksud, Widjojokusumo enggan mem-beberkannya. Tapi yang pasti, sampai saat ini terus menjalin komunikasi ke arah itu. “Rekon-siliasi apa kami belum bisa men-ceritakan sekarang ini. Nanti kalau sudah wuntah (keluar), saya akan cerita,” ungkapnya.

Widjojokusumo mengungkap-kan, PA IX Anglingkusumo juga tidak akan merencanakan apa pun dalam acara jumeneng da-lem PA X. Persoalan suksesi adipati masih pro dan kontra di internal keluarga. “Acara besok merupakan peristiwa budaya, adalah milik masyarakat Jogja-karta. Kami juga tidak ingin merusak pestanya masyarakat Jogja,” jelasnya. (pra/ila/ong)