Rumah keluarga Aditya Akbar Wicaksono, suami dari Rica Tri Handayani di Perumahan Pondok Gemilang nomor E13 Sendangadi, Sleman, tampak sepi, kemarin (5/1).

SEMENTARA itu, setelah ramai diberitakan oleh media, kediaman keluarga Aditya Akbar Wicaksono, suami dari Rica Tri Handayani di Perumahan Pondok Gemilang nomor E13 Sendangadi, Sleman, tampak sepi, kemarin (5/1). Mereka masih syok dengan kepergian dua anggota keluarganya tersebut. Di depan rumah itu hanya terdapat dua buah sepeda motor bebek yang terparkir.Saat wartawan mencoba men-datangi dan bertamu di rumah tersebut, ada seorang perempuan bernama Endang yang keluar menemui. Endang merupakan ibunda dari Aditya Akbar. “Maaf sebelumnya, kami belum bisa menerima tamu,” ujarnya dari balik pintu rumahnya.

Endang mengatakan, saat ini keluarga belum bisa diganggu oleh siapa pun. Sebab, hingga saat ini dokter Rica, yakni menantunya belum kunjung ditemukan dan belum diketahui keberadaannya.Sempat beredar sebuah pesan singkat yang menyatakan dokter Rica telah ditemukan di salah satu kota di Jawa Tengah. Dalam pesan itu juga tertulis bahwa Rica mengaku terkena hipnotis. Namun, pesan tersebut dibantah pihak keluarga. “(Dokter Rica) Belum ketemu. Pencarian juga dibantu tetangga kami yang anggota polisi,” ungkapnya.

Bantahan serupakan juga di-sampaikan Aditya Akbar, suami Rica. “Kabar itu tidak benar,” jawabnya dalam pesan singkat yang diterima oleh salah satu wartawan saat mengkonfirmasi.Sebelum menghilang dan di-jemput pasangan Eko dan Feni, diketahui dr. Rica menginap di rumah saudaranya di Dusun Gedongan, Ke‎lurahan Wedomar-tani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. Rumah tersebut milik pasangan Arif Rahman Hakim dan Cicih Wahyu.Ketua RT 3 RW 32 Paryono mengaku tidak ada laporan jika dr Rica Tri Handayani dan anaknya Zafran Alif Wicaksono menginap di rumah saudaranya. “Tidak ada laporan, seharusnya anak sau-daranya kan wajib melaporkan kalau ada yang menginap,” kata-nya kepada wartawan, Selasa (5/1).

Rumah tersebut sebenarnya berada hanya 20 meter dari rumah ketua RT setempat. Dia mengakui keluarga Arif jarang terlihat ke luar rumah karena keduanya sibuk bekerja. “Keluarga pak Arif me-mang jarang karena sibuk kerja semuanya‎,” jelasnya.Paryono mengaku saat ramai diberitakan hilangnya dr. Rica, dirinya tidak mendapatkan lapo-ran. Dia hanya dengar sedikit saja‎, dan mengaku tidak paham keja-diannya.Dia berharap, keduanya segera ditemukan, karena kasihan kepada keluarganya. “Saya ikut prihatin, semoga lekas ditemukan,” ucapnya. (riz/jko/ong)