JOGJA-KONI DIJ tidak ingin setengah-setengah dalam mempersiapkan kontingennya ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat tahun ini. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mendatangkan pelatih asing ataupun nasional terbaik. Selain itu juga didukung dengan pengadaan peralatan latihan. Itu khususnya bagi setiap cabor yang lolos ke PON.

Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo mengatakan, langkah ini dinilai akan menjadi langkah strategis untuk mencapai prestasi maksimal. “Pengadaan peralatan seharusnya sudah rampung di tahun 2014, jika semua sudah beres seharusnya prestasi di Pra PON kemarin lebih bagus lagi,”ujarnya saat ditemui Radar Jogja di kantornya, kemarin (5/1).

Menurutnya, inilah manfaat adanya dana efisiensi KONI DIJ. Untuk pengadaan peralatan olahraga cabor yang sebelumnya belum memadai dan terbilang apa adanya. Dana inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk men-support peralatan olahraga cabor, terlebih menjelang PON tahun ini.

Sedangkan mendatangkan pelatih asing ataupun pelatih terbaik di Indonesia juga perlu bagi atlet untuk memantapkan diri secara teknis yang dilakukan selama training camp. “Pelatih utama yang ada jangan tersinggung. Tapi justru terus memperhatikan atletnya. Sehingga nanti pola latihan terus bisa diterapkan usai PON,” pesannya.

Pemusatan latihan daerah (puslatda) PON akan dimulai Januari ini. Pihaknya nanti akan meresmikan dan menghimbau setiap cabor untuk benar-benar berkonsentrasi dan serius. Mengingat waktu yang tersisa sekitar sembilan bulan dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Tiga bulan menjelang PON, baru diadakan training camp (TC) dan selama satu minggu nanti atlet juga akan ke Kopassus untuk pendalaman mental dan spirit. Mengingat target DIJ di PON tahun ini yakni bisa membawa pulang 15 medali emas dan masuk peringkat 10 besar. “Saya masih prihatin dengan peralatan yang belum standar atau modern. Kalau alat tidak canggih, kita bisa tertinggal,”ujarnya.(dya/ong)