JOGJA – Usai pembongkaran pagar Perumahan Green House, Muhammadiyah menganggap perselisihan telah selesai. Kini, Muhammadiyah memilih untuk memperbaiki komunikasi dengan warga setempat di RW 23 Perumahan Green House, Brontokusuman, Mergangsan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Jogja Akhid Widi Rahmanto menjelaskan, perselisihan antara MTs Muhammadiyah Karangkajen dengan warga perumahan Green House tak perlu diperpanjang. Itu setelah Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti membongkar pagar setinggi satu setengah meter tersebut. “Sudah selesai, tinggal bagaimana menjalin komuni-kasi,” ujarnya, kemarin (5/1)
Dia mengungkapkan, pasca-pembongkaran pagar oleh Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti pada Senin (4/1) lalu, belum mendengar lagi adanya gugatan warga. Termasuk perlawanan lain, misalnya dengan memasang kembali tembok pembatas kom-pleks perumahan itu. “Kami sudah meminta sekolah untuk terus menjalin komuni-kasi dengan warga yang meru-pakan bagian dari tetangga,” ujarnya.

Seperti telah diketahui, akibat penolakan warga untuk mem-buka akses jalan, siswa-siswi MTs Muhammadiyah Karangkajen berbuntut ketegangan. Pihak sekolah sempat berencana mela-kukan aksi unjuk rasa demi bisa masuk ke ruangan kelasnya di Unit II sekolah itu. Akhid menyatakan, akan me-manggil kembali pihak sekolah untuk memberikan pengarahan terkait persoalan tersebut. Mu-hammadiyah juga membuka diri bagi semua pihak untuk menjalin komunikasi yang baik demi kepentingan belajar anak.

Sebelumnya, proses negosiasi antara pihak sekolah dan warga sudah berulang kali dilakukan, namun selalu gagal meski sudah dimediasi Pemerintah Kota Jogja. Warga menolak gerbang sekolah berdampingan dengan perumahan. Mereka beralasan akan mengganggu kenyamanan warga.

Ketua RW 23 Perumahan Green House, Brontokusuman, Mer-gangsan Wikan Danardono me-negaskan, pagar perumahan itu telah terbangun bersama peru-mahan sejak 1990 lalu. Kemu-dian, tiga tahun silam, MTs Muhammadiyah Karangkajen Unit II baru dibangun. “Bisa jadi nanti tidak hanya siswa. Pengantar dan penjemput siswa sampai pedagang nanti masuk, kami khawatir meng-ganggu aktivitas warga,” ujar Wikan.

Wali Kota Haryadi Suyuti me-negaskan, pembongkaran pak-sa tembok pagar perumahan Green House Jogja merupakan langkah darurat. Itu demi siswa MTs Muhammadiyah Karang-kajen bisa sekolah. (eri/ila/ong)