KULONPROGO – Satres Narkoba Polres Kulonrogo mencatat ada 23 kasus narkoba di tahun 2015. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya tercatat 21 kasus. Sebanyak 23 kasus ini terdiri atas tujuh psikotropika, empat narkotika dan 12 miras.

Kendati demikian, peredaran narkoba di wilayah Kulonprogo dinilai belum mengkawatirkan jika dibandingkan wilayah lain di DIJ seperti Sleman dan Kota Jogja.

“Kendati demikian kami akan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran narkoba, terutama di daerah perbatasan yang selama ini cukup rawan,” terang Kasat Res Narkoba Polres Kulonprogo AKP R Agus Nursewan baru-baru ini.

Diungkapkan, Kulonprogo minim peredaran narkoba lantaran faktor ekonomi. Warga masyarakat Kulonprogo tidak banyak yang bisa menjangkau harga narkoba yang relatif mahal. “Masyarakat lebih memilih menggunakan uangnya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” ungkap Agus.

Menurutnya, selama ini kasus narkoba yang diproses juga berada di daerah lain seperti Sleman. Pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat kemudian dilanjutkan dengan pengembangan. “Dalam pengungkapan kasus, kami juga melibatkan Polres Sleman,” ujarnya.

AKP Agus menegaskan, minimnya peredaran narkoba di Kulonprogo tidak kemudian direspons dengan santai. Pihaknya tidak mau kecolongan dan akan tetap melakukan pengawasan ketat, terutama di daerah perbatasan.

“Selain pengawasan dan penyelidikan, antisipasi penyalahgunaan narkoba juga dilakukan Polres Kulonprogo dengan menggelar penyuluhan di sekolah dan karang taruna. Sosialisasi bahaya narkoba penting diberikan kepada generasi muda dan itu langkah pencegahan yang paling efektif selama ini,” tegasnya.

Berdasarkan data, 23 kasus narkoba yang berhasil ditangani, Polres Kulonprogo berhasil menangkap 14 pengedar dan sembilan pemakai. Mayoritas berusia 31 tahun ke atas, dan tidak ada tersangka yang di bawah umur.

Ada pun barang bukti yang diamankan, di antaranya ganja seberat 266,3 gram, sabu 0,4 gram, ineks 22 butir, 32 aprazolam dan miras 354 botol. “Saya mengimbau masyarakat ikut membantu pencegahan peredaran narkoba, dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar,” ucapnya. (tom/laz/ong)