JOGJA – Belum diketahui secara pasti menghilangnya dokter cantik, dr Rica Tri Handayani yang hilang sejak 30 Desember lalu, kini war-ga dibuat kembali tercengang dengan laporan hilangnya seorang PNS Rumah Sakit Sardjito Jogja-karta.Seorang PNS di Rumah Sakit Sardjito tersebut diketahui meninggalkan tugasnya selama dua bulan terakhir, sejak bulan November 2015. Seiring meng-hilangnya pegawai tersebut, pihak rumah sakit sempat didatangi sejumlah anggota BIN. Humas RS Sardjito, Tresno Heru Nugroho membenarkan bahwa pegawai tersebut atas nama ES, 40, warga perumahan di Jalan Godean, Sleman sudah sekitar dua bulan tak masuk kerja. “Yang bersangkutan meninggalkan tugas lebih dari dua bulan tidak di ketahui rimbanya,” ujarnya saat dikonfir-masi, kemarin (5/1).

Dijelaskan Heru, awalnya yang bersangkutan mengambil cuti seminggu dan seharusnya telah masuk kerja pada awal November 2015. Namun sampai saat, PNS tersebut tidak ada kabar. PNS bagian rehabilitasi medik tersebut, hilang bersama suami dan anak-anaknya. “Saat didatangi di rumahnya, Pak RT-nya juga tidak tahu, me-reka semuanya me ninggalkan rumah,” katanya.

Heru sempat mengaku curiga ketika pegawai RS Sardjito beserta suami dan anaknya menghilang. Bahwa mereka diduga direkrut untuk menjadi anggota organisasi radikal. Karena setelahnya ada anggota BIN yang mencari informasi tentang keduanya.Dari informasi yang diperolehnya, seorang anak pegawai bagian fisioterapis itu tengah belajar di sebuah pesantren di Solo, Jateng. “Kami pernah didatangi anggota BIN yang mencari informasi ten-tang keduanya. Kita sudah lapor-kan di kementerian terkait hal ini,” katanya.

Mengenai beberapa laporan orang hilang dengan misterius ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes Pol Hudit Wahyudi ‎meminta kepada masyarakat untuk selalu was-pada ketika ada orang asing di lingkungannya. Serta tidak segan melapor ke polisi apabila men-jumpai hal-hal yang men-curigakan. “Saling menjaga diri dan keluarga sesuai keyakinan dan agama masing-masing. Serta selalu ber-komunikasi dengan satu sama lain,” tandasnya. (riz/jko/ong)