JOGJA – Nanajemen Persiba Bantul telah menyatakan minatnya untuk menggunakan jasa pelatih Seto Nurdiyantara guna menukangi skuad berjuluk Laskar Sultan Agung itu musim mendatang. Hanya saja, Seto sendiri memandang dingin tawaran tersebut.

Sebenarnya, eks pelatih PSIM Jogjakarta ini mengakui sudah menjalin komunikasi dengan manajemen Persiba. Hanya saja, sampai saat ini belum ada keputusan darinya apakah bersedia menjadi pelatih Persiba Bantul atau tidak. “Memang sudah ada komunikasi. Tetapi sudah agak lama dan saat ini belum ada komunikai lagi,” jelas Seto kemarin(5/1).

Sinyal kurang antusiasme Seto terhadap tawaran tersebut tampak jelas. Sebab, di musim kompetisi mendatang belum ada jaminan orang-orang yang mengajaknya melatih di Persiba akan duduk kembali di jajaran manajemen Laskar Sultan Agung. “Musim mendatang biasanya ada perombakan manajemen. Apakah mereka yang mengajak saya dulu masih duduk di manajemen Persiba? Lebih baik saya fokus ke Pra PON dulu,” jelasnya.

Semenara itu saat disunggung menganai rencana bergulirnya Indonesia Super Tournament atau Liga Independen, Seto pesimistis hal itu bisa menjadi solusi kevakuman sepak bola Tanah Air.

Menurutnya laga turnamen hanya sifat pembinaannya jangka pendek. Dia justru sepakat bila organisasi yang berwenang kembali menggulirkan kompetisi jangka panjang. “Turnamen selesai ya selesai. Beda dengan kompetisi yang dilakukan berjenjang dan berkelanjutan,” jelasnya.

Manajer Persiba Endro Sulastomo optimistis mendapatkan tanda tangan Seto Nurdiyantoro. Kendati belum ada deal dan sempat terputus lantaran vakum aktivitas, Endro mengklaim kini tengah berupaya menjalin komunikasi kembali dengan Seto. “Saat ini kan belum jelas arah kompetisinya. Namun kami juga memberikan kesempatan Seto untuk menangani Pra-PON,” jelasnya. (bhn/din/ong)