KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo termasuk paling cepat dalam merespons Undang-Undang Keistimewaan. Terhitung sejak Senin (4/1), Kulonprogo telah resmi memiliki dinas baru yakni Dinas Kebudayaan. Dinas Kebudayaan yang baru dipimpin Untung Waluya.

Pegawai Dinas Kebudayaan juga sudah dilantik Bupati Hasto Wardoyo, Senin (4/1). Seperti diketahui, sebelumnya Dinas Kebudayaan Kulonprogo tergabung menjadi satu dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kulonprogo.

“Sekarang sudah berdiri sendiri. Saya berharap Dinas Kebudayaan sebagai lembaga baru bisa segera menyesuaikan dengan UU Keistimewaan,” ucap Hasto usai pelantikan.

Hasto menyatakan, kepada kepala Dinas Kebudayaan yang baru diharapkan bisa mengukir sejarah awal dengan hal-hal yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. “Saya ingin dinas baru ini bisa menghasilkan hal-hal yang memiliki nilai. Pasalnya, kebudayaan bekerja di bidang nilai. Inovasi yang harus dilakukan bukan berupa bangunan fisik, tetapi nilai bagi peradaban,” ucapnya.

Pelantikan kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo juga dibarengkan dengan pelantikan Direktur RSUD Nyi Ageng Serang dr Sandrawati Said, serta 94 pejabat eselon IV hingga eselon III di lingkungan Pemkab Kulonprogo.

“Saya ingatkan dalam reformasi birokrasi good service menjadi goal-nya. Pelayanan prima yang sebaik-baiknya, pelayanan kepada kepentingan masyarakat agar menjadi lebih sejahtera,” imbuhnya.

Diinformasikan, Untung Waluya sebelumnya menjabat Kepala BPBD Kulonprogo. Posisi kepala BPBD selanjutnya dipegang Gusdi Hartono yang sebelumnya menduduki jabatan Kabid Binamarga DPU. Sementara dr Sandrawati Said sebelumnya menjabat Kepala Puskesmas Sentolo. (tom/laz/ong)