SETIAKY A.KUSUMA/Radar Jogja
KOMPTISI PERTAMBANGAN: Peserta mempersiapkan materi dalam kompetisi teknik pertambangan tingkat nasional, Youth Mining Camp Competition di di Kampus 2 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran di Babarsari, Depok, Sleman, kemarin 6/1.
 
SLEMAN – Sukses 13 kali menggelar kompetisi lokalan se-DIJ, Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Pembangunan (HMTP UPN) Veteran Jogja menggelar kompetisi teknik pertambangan tingkat nasional, Youth Mining Camp Competition. Kompetisi ini memperebutkan Piala Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Sedikitnya seratus peserta terdiri dari mahasiswa dan dosen pendamping dari 11 perguruan tinggi di Indonesia, mengikuti event yang digelar di Kampus 2 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran di Babarsari, Depok, Sleman, kemarin 6/1.

Wakil Ketua HMTP UPN Veteran Jogja Yosua Hadomuan Hutagaol mengatakan, kompetisi kali ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan DINAMIT atau Dinamika Anak Tambang UPN Veteran Jogja, yaitu sebuah event tahunan HMTP UPN Veteran Jogja yang sudah berlangsung 13 kali di tingkat lokal Jogjakarta.

“Mulai tahun ini, kompetisi teknik pertambangan diadakan secara nasional. Tujuannya untuk lebih meningkatkan kemampuan mahasiswa teknik pertambangan di Indonesia,” katanya.

Yosua menambahkan, perkembangan di bidang pertambangan dalam negeri saat ini mengalami penurunan, sebagai dampak kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bahan mentah ke luar negeri. “Akibat dari pelarangan itu, negara-negara yang selama ini mengimpor bahan tambang dari Indonesia juga membatasi impor bahan tambang, sehingga produksi pertambangan dalam negeri mengalami penurunan,” tuturnya.

Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan kemampuan generasi muda di bidang pertambangan akan semakin berbobot dan mampu bersaing di dunia global. “Khususnya dalam menghadapi persaingan di era MEA saat ini,” pungkasnya.

Dari 11 perguruan tinggi yang ikut kompetisi, beberapa di antaranya adalah ITB Bandung, Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Hasanuddin Makassar, Syiah Kuala Aceh, dan lainnya. (sky/jko/ong)