SEMENTARA itu pihak kepolisian masih terus melacak keberadaan dr Rica Tri Handayani dan anaknya Zafran Alif Wicaksono. Mereka mengatakan, sepasang suami istri penjemput dr Rica, kini telah teridentifikasi‎.

“Sudah teridentifikasi kedua orang penjemput dr Rica, yakni E (Eko) dan N. Keduanya adalah sepupu dari dr Rica,” ujar Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Hudit Wahyudi kepada wartawan di Mapolda DIJ, Rabu (6/1).

Hudit melanjutkan, E merupakan bekas karyawan RSUP Dr Sardjito Jogjakarta yang tinggal di daerah Sleman. Namun diketahui sudah lebih dulu resign untuk pergi. Hingga saat ini, dua tim dari Polda DIJ masih terus bekerja. Kepemilikan mobil Avanza yang digunakan E dan N untuk menjemput dr Rica juga sudah diketahui. “Tim berupaya keras untuk mencari tahu posisi dan motif kejadian ini,” tandas Hudit.‎
Sebelum pergi meninggalkan suami dan keluarganya, dr Rica Tri Handayani meninggalkan surat yang ditulisnya sendiri. Terdiri dari 9 lembar kertas HVS, Rica menuliskannya penuh 18 halaman. “Tulisannya dr R sendiri. Suaminya sudah mengiyakan,” jelasnya.

Surat tersebut diberikan oleh suami dr Rica, dr Akbar Aditya Wicaksono kepada polisi. “Diserahkan langsung oleh suaminya yang bersangkutan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Hudit juga menyampaikan bahwa pasangan suami istri penjemput dr Rica dalam hal ini Eko dan N tinggal di sebuah rumah kontrakan di kawasan Sleman. “Rumah kontrakan sudah ditinggalkan. Di Sleman, tidak jauh dari lokasi (dr Rica) dijemput‎,” jelasnya. (riz/jko/ong)