RADAR JOGJA FILE
JADI ANDALAN: Tim panahan DIJ saat berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau. DIJ memiliki banyak potensi atlet panahan yang andal. Potensi-potensi itu salah satunya bisa diambil dari Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).
 
JOGJA-Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIJ kembali melanjutkan program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) sebagai upaya pembibitan atlet-atlet muda potensial. Rencananya,untuk program PPLP 2016, BPO DIJ akan merekrut 34 atlet untuk lima cabang olahraga (cabor) yang telah ditentukan, yakni panahan, voli pasir, atletik, balap sepeda, dan pencak silat.

Kepala Seksi BPO Disdikpora DIJ Eka Heru Prasetya mengatakan, akibat prestasi yang kurang bagus di 2015, cabang taekwondo harus tergusur dari program PPLP dan diganti pencak silat yang sama-sama cabang olahraga beladiri. “Salah satu tolok ukur kebijakan tersebut karena prestasi taekwondo yang kurang memenuhi harapan di Kejurnas PPLP dan Popnas 2015,”ujarnya kemarin.

Di Popnas 2015 lalu, taekwondo hanya mampu membawa pulang dua perunggu. Sementara pencak silat mampu membawa pulang satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Hasil diskusi panjang antara BPO dengan Kemenpora, program PPLP 2016 DIJ akan membuka lima cabor tersebut.

Eka Heru mengatakan, dari 34 atlet, kuota masing-masing cabor tidak sama dari hasil pencermatan yang dilakukan. Panahan mendapat 10 kuota, jumlah terbanyak karena panahan hingga kini masih menjadi cabor andalan bagi DIJ di level pelajar maupun umum.

Kuota terbanyak kedua adalah voli pasir yang juga masih menjadi cabang andalan bagi DIJ untuk meraih prestasi di berbagai even nasional dengan kuota delapan atlet.

Kemudian atletik di posisi ketiga tahun ini mendapatkan kuota enam atlet. Pencak silat yang menggusur taekwondo tahun ini mendapatkan kuota enam atlet. Sedangkan, balap sepeda menjadi cabang yang mendapatkan kuota paling sedikit yakni empat atlet. “Atlet yang mendaftar akan mengikuti seleksi yang akan diadakan pada 16 Januari ini. Sedangkan untuk pelatih pada 14 Januari,” ujarnya.

Kepala PPLP DIJ Restu Teguh Dewanto menambahkan, selain berusia di bawah 17 tahun, untuk bisa mengikuti seleksi pelajar yang berminat tentunya sudah memiliki prestasi di cabang yang akan diikuti. Prestasi minimal adalah menjadi juara satu ataupun dua di kejuaraan tingkat daerah dari cabang olahraga yang ditekuni. “Tesnya meliputi tes fisik dan tes kecabangan. Bagi yang terpilih akan mendapatkan sejumlah fasilitas seperti asrama dan uang saku”ujarnya.(dya/din/ong)