BANTUL – Efektifitas jualan online mulai dilirik Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop). Menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), Disperindagkop akan membekali pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan keahlian teknologi informasi (TI). “Ada 60 pelaku UMKM yang akan kita berikan pelatihan peningkatan TI,” terang Kabid Perdagangan Disperindagkop Bantul Sahadi Suparjo, kemarin (7/1).

Pelatihan yang rencananya akan digelar pada triwulan kedua ini dibagi dalam dua angkatan. Sahadi menyatakan, penguasaan TI bagi pelaku UMKM sangat penting. Apalagi di era pasar bebas ASEAN. Kompetisi usaha tak lagi melibatkan pelaku UMKM lokal, melainkan dari seluruh kawasan Asia Tenggara.

Ironisnya, masih banyak pelaku UMKM di Bumi Projo Tamansari yang belum melek teknologi. “Produk kita akan ketinggalan bila mereka tidak kita berikan pelatihan,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku UMKM akan sangat mudah mempromosikan sekaligus memasarkan produk-produk bila mereka sudah menguasai TI. Sebab, berbekal situs pribadi, produk-produk baru pelaku UMKM dapat diakses dan dilihat masyarakat dunia. Tidak hanya ASEAN. “Untuk sementara pelatihan kita prioritaskan perajin yang sudah masuk ke pasar Asean seperti batik dan kerajinan kayu dan gerabah,” ungkapnya.

Maklum, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Bantul mencapai puluhan ribu. Meskipun begitu, nantinya mereka ditargetkan tetap akan mendapatkan pelatihan TI.(zam/din/ong)