HENDRI UTOMO/Radar Jogja
DITERTIBKAN: Proses pembongkaran papan reklame di depan terminal Wates, Kulonprogo menggunakan alat berat, kemarin (7/1).

 
KULONPROGO – Dua papan reklame di depan Terminal Wates, Kulonprogo, dibongkar paksa oleh petugas Satpol PP bersama dinas terkait, kemarin (7/1). Penertiban itu dilakukan karena keberadaan reklame tersebut tidak berizin dan tidak jelas siapa pemiliknya. Selain tidak berizin, reklame itu juga dinilai berbahaya, karena terpasang terlalu dekat dengan jaringan listrik PLN. Sementara satu reklame lainnya diketahui milik UAD Kampus Wates.

Majaner PLN Wates Nur Yasin mengatakan, dua reklame tersebut terlalu dekat dengan jaringan listrik yang baru terpasang untuk kawasan industri Sentolo. Jaringan listrik baru itu ditarik dari wilayah Glagah ke Sentolo.

“Dua reklame ini kebetulan berada di dekat jaringan dan mengganggu, sehingga harus diturunkan atau dipindahkan,” katanya di lokasi pembongkaran.

Staf Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo Juni Hardi menjelaskan, proses penertiban reklame kali ini sudah diawali dengan rapat koordinasi antara pihak terkait.

“UAD, PLN Wates, DPPKA, DPU, Dishubkominfo, Dinas Koperasi dan UMKM, dan Satpol PP Kulonprogo sudah bertemu 31 Desember 2015 lalu. Sepakat reklame di depan Terminal Wates yang tidak bertuan ini dibongkar, sementara milik UAD dicopot dan dipindahkan,” jelasnya.

Juni menambahkan, selain tidak berizin dan tidak diketahui siapa pemiliknya, reklame yang berada tepat di depan Terminal Wates itu juga dinilai membahayakan, karena kondisinya sudah lapuk dimakan usia.

“Reklame ini juga mengganggu jaringan listrik karena berada kurang dari 2,5 meter dari jaringan dan berdiri persis di belakang tiang listrik yang baru. Karena berukuran besar, pembongkaran harus dilakukan dengan menggunakan alat berat,” imbuhnya.

Kepala Satpol PP Kulonprogo Duana Heru Supriyanto menegaskan, reklame berukuran 4 x 6 meter dan tinggi lebih dari 8 meter itu ditertibkan dengan mengacu Peraturan Bupati Kulonprogo Nomor 51 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan dan Penyelengaran Reklame.

“Kami akan menertibkan papan reklame yang dipasang tidak sesuai ketentuan. Saya mengimbau pemasang juga mengurus perizinan dan membayar pajak. Jika tidak, akan ditindak tindakan tegas, termasuk reklame yang tidak diperpanjang juga segera dieksekusi,” tegasnya. (tom/jko/ong)