SLEMAN- Pemkab Sleman berencana menertibkan 89 toko modern bermasalah pada tahun ini. Kendati begitu, jumlah toko modern yang harus tutup bisa lebih banyak. Sebab, kuota toko modern dibatasai hanya untuk 130 unit. Sedangkan sampai saat ini Sleman dipenuhi sekitar 300 toko modern, yang sebagian besar tanpa izin.

Kasatpol PP Sleman Joko Supriyanto menyatakan siap setiap saat melaksanakan penegakan peraturan. Hanya, sebelum bertindak harus ada perintah dari pimpinan atau permintaan dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) berwenang. “Kami menunggu instruksi,” katanya.

Joko menegaskan, peringatan 1, 2, dan 3 hingga teguran merupakan shock therapy bagi para pelanggar aturan. Harapannya, mereka mau mematuhi ketentuan yang berlaku. “Jika tak mengindahkan peringatan, kami tindak tega,” tandas Joko.

Ketua Komisi B DPRD Sleman Nur Hidayat apresiatif dengan sikap tegas Pemkab Sleman. Politikus PAN itu mendorong agar penertiban dilakukan sesegera mungkin. “Itu (toko modern nakal) cukup meresahkan warga. Pemerintah harus bersikap,” ujarnya.

Nur Hidayat berkomitmen, lembaganya siap mem-back up kebijakan pemerintah dalam upaya penertiban toko modern.(yog/din/ong)