JOGJA – Tahun ini, gangguan siswa saat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), seperti tetesan air hujan karena genteng bocor, hampir pasti sudah tak ada. Karena, Dinas Bangunan Gedung Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja menganggarkan Rp 18,5 miliar untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah.

Tak tanggung-tanggung, perbaikan fasilitas pendidikan ini bukan hanya menyentuh tingkat menengah. DBGAD juga bakal merenovasi gedung untuk taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Total, ada 22 sekolah yang segera digarap.

Kepala DBGAD Kota Jogja Hari Setyawacana menjelaskan, mulai tahun ini, revitalisasi gedung sekolah akan dimulai. Revitalisasi menyentuh, mulai perbaikan gedung, pembangunan gedung baru, sampai penambahan sarana dan prasana. Termasuk tempat parkir.

“Seluruh SMP akan direvitalisasi. Ada 16 SMP dan empat SD, dua lagi TK,” ungkap Hari kemarin (7/1).

Ia mengatakan, tujuan revitalisasi untuk meningkatkan kenyamanan siswa. Dengan begitu, KBM berjalan nyaman.

“Makanya menyentuh dari menambah fasilitas hingga melengkapi fasilitas yang sudah ada,” imbuhnya.

Sekolah yang direvitalisasi merupakan usulan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja. Di antaranya SD Lempuyangwangi, SD Balerejo, SD Pujokusuman, TK Pembina, TK Terpadu Tegalrejo, serta SD Ngabean. “Menggunakan dana APBD sebesar Rp 11,3 miliar,” lanjutnya.

Kemudian, Rp 7,3 miliar untuk 16 SMP di Kota Jogja. Terdiri SMP Negeri 1,2 , 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, dan 16. “Setidaknya terdapat 22 bangunan/gedung sekolah yang akan direvitalisasi ataupun direnovasi, atau penambahan sarana prasarana baru,” jelasnya.

Revitalisasi dilaksanakan menurut skala prioritas dan kebutuhan masing-masing sekolah. Di antaranya, penambahan sarana prasara seperti tempat ibadah dan musala, laboratorium, ruang kelas, maupun tempat parkir sekolah.

Hari menambahkan, untuk perencanaan revitaliasasi tersebut, mereka targetkan akhir Januari ini sudah matang. Kemudian, awal Februari 2016 dilakukan pelelangan ke LPSE. “Kami usahakan bisa segera mulai,” katanya.

Kepala Disdik Kota Jogja Edy Heri Suasana mengatakan, revitalisasi beraneka ragam. Tak hanya mencakup gedung saja. Pihaknya juga mengusulkan adanya CCTV di semua SMP.

“Intinya adanya penambahan fasilitas. Kalau yang sudah baik, ya fasilitas apa saja yang belum ada,” usulnya.

Ditambahkan, revitalisasi ini untuk memperlancar KBM. Harapannya, sekolah di Kota Jogja bukan hanya nyaman, tetapi juga menyenangkan. “Biar siswa kalau bolos sekolah getun (menyesal),” kelakarnya.(eri/hes/ong)