MAGELANG – Direktur RSUD Tidar Kota Magelang dr Sri Harso memastikan dua proyek besar yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran (TA) 2015 telah diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Keduanya adalah pembangunan Gedung Rawat Inap VIP di sisi Barat rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Bangunan ini telah selesai 100 persen pada 21 Desember 2015. Begitu juga dengan gedung penunjang dan basement yang ada di sisi Timur RSUD.

“Semuanya lancar dan berjalan baik. Tidak ada perpanjangan dan selesai tepat waktu. Semua sesuai kontrak. Kalaupun ada kurang, ya tinggal membersihkan dan menata taman,” kata Sri Harso kemarin (7/1).

Sri Harso meneruskan, pembangunan gedung rawat inap dilakukan PT Muara Mitra Mandiri (MMM) Jogjakarta dan telah diserahterimakan pada 21 Desember 2015. Bangunan tersebut menelan dana sebesar Rp 10,7 miliar tanpa adendum kontrak.

Rencananya, sebelumnya difungsikan tiap ruangnya akan dilengkapi fasilitas. Seperti tempat tidur, alat medis, kamar mandi, dan ruang tunggu.

Selain itu, gedung dua lantai yang memiliki kapasitas 28 kamar tersebut, akan difungsikan mulai Maret 2016.

“Pembangunan fisik itu belum termasuk kelengkapan fasilitas ruang inap. Jadi kami akan mengadakan lagi. Seperti AC, tempat tidur, sofa, dan fasilitas lain. Juga lemari khusus nanti akan disediakan,” kata Sri Harso didampingi Wakil Direktur Umum dan Keuangan Septi Milna Sulistiyaning, yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek.

Sebelumnya, RSUD Tidar telah melakukan pembenahan. Karenanya, gedung baru tersebut merupakan jawaban penambahan pelayanan pada pasien. RSUD Tidar dikenal memiliki ruang VIP bernamakan Aster. Padahal, ruang tersebut bukan VIP. Melainkan hanya ruang utama.

“Sedangkan ruang rawat inap yang baru selesai dibangun ini diestimasikan untuk VIP. Jadi, di atasnya Aster,” tegasnya.

Meski begitu, Sri Harso mengaku, soal tenaga medis pihaknya masih kekurangan jumlah. Hingga kini, baru ada 40 dokter yang ada. Ia mengaku, masih kekurangan sekitar 10 dokter spesialis dan dokter umum.

“Mau tidak mau, harus menambah tenaga medis. Sudah kami usulkan dan sekarang masih menunggu,” ungkapnya.

Selain ruang rawat inap kelas VIP, proyek lainnya adalah pembangunan basement RSUD Tidar. Proyek tersebut juga sudah tuntas. Ia berharap, dengan adanya basement bisa menjadi solusi persoalan tempat parkir yang semrawut di RSUD.

“Parkir yang dulu kurang standar dan sangat sempit. Karena itu, adanya parkir basement yang sudah selesai ini, saya harap bisa memberikan kenyamanan pengunjung,” jelasnya.

Pembangunan gedung penunjang dan basement tersebut dibangun PT Kusuma Karya Jogjakarta dengan nilai kontrak Rp 5,75 miliar. Laporan pembangunan sudah diserahterimakan pada 11 Desember 2015.(dem/hes/ong)