SETIAKY A. KUSUMA/Radar Jogja
PERINGATI MAULID NABI: Pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad di Makodim Jogja.

JOGJA – Anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0734 Jogjakarta diajak meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Ajakan ini disampaikan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad di Makodim Jogja, kemarin (7/1).

Komandan Kodim 0734 Jogja Letkol Inf Hotlan M Gurning mengatakan, sebagai seorang prajurit, anggota Kodim harus bisa meneladani Rasulullah. Selain sebagai rasul, Muhammad merupakan panglima perang yang tangguh dan menjadi panutan bagi pengikutnya.

Karena itu, akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah seharusnya ditiru dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Baik saat menjalankan tugas sebagai prajurit maupun saat bersosialisasi dengan masyarakat luas.

Momen peringatan maulid, kata Hotlan, juga dimanfaatkan untuk kembali mengingat keteladanan dan peran perjuangan nabi.

“Kami harus bisa mengambil hikmah dari perjalanan Rasulullah. Salah satunya melalui peringatan maulid. Jika diibaratkan, hikmah maulid itu seperti mata air yang tidak pernah kering. Semakin didalami, semakin terbuka keagungannya,” papar Dandim.

Ustad Zaenal Saifudin ikut mengisi ceramah mauled. Ia mengatakan, maulid nabi jatuh pada 12 Robiul Awal. Zaenal menyebut, tanggal tersebut merupaan tanggal yang istimewa. Karena beberapa alasan. Selain tanggal lahir nabi Muhammad, pada tanggal tersebut juga nabi wafat.

Ditambahkan, jika menilik sejarah, pada tanggal tersebut pula, Muhammad memutuskan berhijrah dari Mekkah Mukarromah menuju Madinah Munawwaroh. Keistimewaan lain dari tanggal 12 Robiul Awal, lanjut Zaenal, nabi pertama kali mendapatkan wahyu berupa mimpi yang benar.

“Jadi bukan tanpa alasan tanggal 12 Robiul Awal disebut tanggal yang istimewa. Allah telah memilih tanggal tersebut sebagai momen lahir dan wafat nabi, sekaligus peristiwa-peristiwa bersejarah lainnya,” papar Zainal.

Dijelaskan, momen peringatan maulid nabi harus dimanfaatkan untuk mendorong diri sendiri meneladani perilaku nabi. Baik dalam beragama maupun bersosial dan berbudaya. Agaman yang dibawa Rasulullah sangat open terhadap budaya.

“Jangan lupa bahwa masuknya Islam ke Indonesia sebagian besar melalui jalur budaya. Agama ini sangat open terhadap budaya. Mulai sekarang, mari teladani dan ikuti jejak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ajaknya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad tersebut diikuti seluruh prajurit beragama Islam dan keluarganya.(riz/hes/ong)