GUNAWAN/Radar Jogja
GERAK CEPAT: Tim Labfor Mabes Polri Cabang Semarang melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran Ponpes Darul Quran Wal Iryad, Ledoksari, Kepek, Wonosari, Gunungkidul, kemarn (7/1).
 
GUNUNGKIDUL – Sehari setelah musibah kebakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran Wal Irsyad, seluruh santri dipulanbhkan ke rumahnya masing-masing. Mereka baru akan masuk lagi, setelah pengurus ponpes sudah mendapatkan lokasi atau tempat untuk proses belajar-mengajar.

“Saat ini, seluruh santri di asrama yang terbakar dikembalikan kepada orangtuanya terlebih dahulu. Mereka baru akan masuk ke pesantren setelah pengurus selesai menyiapkan lokasi pengganti,” kata salah seorang pengurus ponpes, Anwarudin.

Selain sibuk mencari lokasi sementara untuk belajar-mengajar, pengurus ponpes juga sedang menyusun rencana untuk menghilangkan trauma para santre. “Untuk menghilangkan trauma para santri, pengurus ponpes akan menggelar trauma healing. Psikiater akan diundang serta melakukan outbond dengan harapan para santri tidak takut lagi,” tandasnya .

Pada bagian lain, sehari setelah kebakaran, Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Semarang langsung melakukan penyelidikan. Tim yang terdiri dari empat orang tersebut untuk mengungkap temuan baru mengenai buruknya instalasi listrik di TKP.

Dari pantauan Radar Jogja, tim forensik yang dipimpin Kasubid Fisika Komputer Forensik AKBP Rini Puji Astuti bersama dengan anggotanya, sekitar pukul 11.30 masuk ke dalam lokasi penemuan jenazah Nidhom Al Kafi,14, seorang santri yang tewas terbakar.

Dari lokasi, petugas mengambil beberapa sampel barang bukti mulai dari instalasi listrik, hingga abu sisa kebakaran. Petugas labfor juga mengecek instalasi listrik di dalam asrama yang dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tersebut.

“Instalasi listrik yang dipasang tidak bisa dibenarkan, karena seharusnya memilki sambungan resmi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dilihat dari luar bangunan, pemasangan kabel dari bangunan lain, tidak bisa dibenarkan,” kata AKBP Rini Puji Astuti usai melakukan penyelidikan.

Untuk mengungkap penyebab pasti musibah kebakaran, pihaknya juga mengambil beberapa sampel abu sisa-sisa kebakaran, dan benda elektronik sebagai barang bukti kemudian dicek ke laboratorium. “Kami sudah mengambil beberapa sampel barang bukti. Hasilnya akan disimpulkan sekitar 10 hari mendatang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada tahap awal penyelidikan, dia belum bisa menarik kesimpulan pemicu titik api. “Namun dari olah TKP, ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab kebakaran,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priyambodo menambahkan, hasil penyelidikan tim labfor dijadikan sebagai acuan untuk menindaklanjuti kasus yang merenggut korban jiwa itu. “Jadi, kami masih menunggu hasil penyelidikan dari tim labfor,” kata Mustijat.

Sebelumnya, pada Rabu (6/1) dini hari si jago merah melahap bangunan asrama rumah susun lantai dua yang ditempati para santri Darul Quran Wal Irsyat. Satu santri diketahui bernama Nidhom Al Kafi, 14, meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. (gun/jko/ong)