RADAR JOGJA FILE
ADU CEPAT: Penampilan tim balap sepeda DIJ saat berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau. Balap sepeda tetap menjadi cabang olahraga andalan DIJ untuk mendulang medali.

JOGJA-Sebanyak 347 atlet dipastikan akan mewakili Jogjakarta di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX-2016 Jawa Barat mendatang. Jumlah tersebut terus bertambah dari hasil penyelenggaraan Pra-PON masing-masing cabang olahraga (cabor).

Anggota Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI DIJ Andi Hirawan mengatakan, jumlah tersebut masih berpeluang bertambah. Sebab, masih ada cabor yang belum menyelesaikan proses babak Pra-PON. “Beberapa cabor masih akan menggelar Pra-PON dan kita tunggu hasilnya semoga tiket atlet kita ke PON terus bertambah,”ujarnya kemarin (8/1)
Andi menjelaskan, jumlah atlet yang lolos terbagi dalam dua klasifikasi. Pertama, atlet yang lolos sesuai kriteria masing-masing induk organisasi atau pusat. Sedangkan yang kedua yakni lolos sesuai dengan kriteria induk organisasi cabor dan KONI DIJ. Kriteria KONI DIJ yakni masuk empat besar kejurnas dan juara kejurwil.

Hingga kini, selisih antara atlet yang lolos sesuai dengan induk organisasi cabor dengan yang lolos sesuai kriteria KONI DIJ sangat kecil yakni 10 orang. “Yang lolos sesuai induk cabor itu ada 181 atlet. Sedangkan atlet yang lolos sesuai kriteria induk cabor dan KONI DIJ mencapai 166 atlet,”paparnya.

Ke-166 atlet yang berhak lolos PON dan akan menjalani program Puslatda KONI DIJ tersebut berasal dari cabor aeromodeling, angkat besi, binaraga, atletik, balap sepeda, balap motor, biliar, voli pasir, dansa, drum band, gantole, hoki indoor, judo, karate, kempo, menembak, panahan, pencak silat, renag indah, sepatu roda, taekwondo, tarung derajat, terbang layang, tenis lapangan, wushu, tinju, dan polo air.

Sebagai pendamping 166 atlet tersebut, KONI DIJ akan memasukan sebanyak 56 pelatih untuk mendampingi dalam setiap latihan. “Nanti kami juga akan memasukkan 56 pelatih terpilih untuk masuk dalam program Puslatda ini. Kami harapkan, dengan komposisi ini hasil pembinaan menuju PON 2016 bisa maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah atlet yang lolos sangat menggembirakan. Namun, KONI DIJ harus bisa berfikir ulang mengenai sejumlah program yang direncanakannya sebagai persiapan. Sebab, dengan semakin banyaknya atlet yang lolos sesuai kriteria, maka tanggungan biaya untuk program Puslatda akan semakin besar. Dan itu terbentur oleh besaran dana dari Pemda DIJ yang dipatok Rp 20 miliar.

Andi menambahkan, dalam rapat terakhir sudah dibahas alokasi untuk persiapan PON, Puslatda, program, ujicoba dan rencana keberangkatan kontingen, besarannya sudah lebih dari Rp 20 miliar. “Itu belum termasuk keikutsertaan cabor di Kejurnas dan menghadirkan pelatih asing. Jadi, kami juga harus berfikir lagi untuk penggunaan dananya,” ujarnya.(dya/din/ong)