PADA bagian lain, dengan maraknya pencurian bagasi sebagaimana yang terjadi di beberapa bandara di tanah air, Angkasa Pura (AP) I Bandara Adisutjipto Jogjakarta mulai memperketat pengawasan barang pengguna jasa pesawat yang hendak dititipkan bagasi. Hal ini dilakukan agar tidak ada kejadian pencurian barang penumpang seperti di Bandara Cengkareng, Jakarta belum lama ini.

“Kami ingin menjaga dan menjamin barang-barang pengguna jasa, yaitu penumpang aman dari pencurian. Sehingga mereka lebih nyaman,” kata General Manager Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Agus Pandu Purnama di kantornya, Jumat (8/1).

Agus mengaku telah memberikan bimbingan kepada setidaknya 500-an porter maupun ground handling Bandara Adisutjipto. Bimbingan itu dilakukan untuk menekankan kembali standar operational procedure (SOP) dalam rangka menjaga keamanan pengguna jasa.

“Di Jogja tidak terjadi seperti di bandara lain. Kami ingin melakukan upaya pengamanan lebih ketat lagi, dan kejahatan yang terjadi di bandara-banadara lain itu tidak menular ke sini,” tandasnya.

Dijelaskan, begitu penumpang menitipkan barang ke bagasi, petugas diminta mengingatkan agar barang dijaga. Jika ada barang berharga, disarankan untuk dibawa ke dalam pesawat, dan bukan dibiarkan masuk bagasi. “Karena itu bisa mengundang kejahatan,” lanjutnya.

Menurutnya, seluruh barang penumpang pesawat yang masuk bagasi juga melawati sinar X-Ray. Selain itu, pihak Angkasa Pura juga melengkapi dengan CCTV di berbagai sudut untuk melakukan pemantauan barang penumpang. “Seluruh porter yang mengurusi barang penumpang selalu kami monitor. Ini untuk mempersempit celah porter melakukan pencurian,” ujarnya
Pihaknya mengaku, suatu hari sempat ada seorang porter yang mengambil sebuah powerbank dari tas penumpang saat di bagasi. Kemudian, pihak Angkasa Pura I langsung memproses porter yang bersangkutan dengan menyerahkan pada petugas keamanan dan kepolisian. “Selanjutnya porter tersebut kami blacklist, dan langsung kita berhentikan saat itu juga,” tegasnya. (riz/jko/ong)