SLEMAN – Polda DIJ terus melakukan penyelidikan untuk memecahkan teka-teki hilangnya dr Rica Tri Handayani, 28, beserta putra balitanya. Termasuk juga melacak keberadaan dua orang penjemput dr Rica yakni Venia Arinanda dan suaminya, Eko Purnomo. Veni dan Rica keduanya ada hubungan sepupu.

“Lagi penyelidikan, sedang kami lacak keberadaanya. Kami kerja sama dengan Bareskrim Polri untuk membantu mengetahui di mana mereka berada,” kata Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Hudit Wahyudi kepada wartawan kemarin (8/1).

Hudit belum dapat menyimpulkan apakah mereka memiliki hubungan dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang diduga berada di balik menghilangnya beberapa orang di sejumlah daerah seperti Purbalingga dan Sukoharjo.

“Belum dapat kami simpulkan, apakah ada hubunganya atau tidak. Kami berdasarkan fakta dan data. Bisa saja, semua tidak ada yang tidak mungkin. Data dan fakta satu persatu masih kita satukan,” ungkapnya.

Sebelumnya beredar kabar bahwa dr Rica Tri Handayani bersama anak balitanya berada di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat bergabung dengan Gafatar. Sementara Diah Ayu Yulianingsih, 28, bersama putrinya asal Sleman, yang dikabarkan hilang pada 11 Desember 2015, saat ini
berada di Pontianak.

Namun hal itu dibantah Hudit. Menurutnya, pihak kepolisian masih melacak dan mendalami semua temuan dan data-data yang didapatkan oleh anggotanya. “Belum, belum ada. Masih kita selidiki terus. Belum ada data fakta ke arah sana, mudah-mudahan dapat terungkap. Kami tidak boleh menyimpulkan tanpa fakta hukum. Kami harus berdasar fakta di lapangan,” tandasnya.

Selain melibatkan dua tim dari Polda DIJ, Hudit mengatakan, pihaknya menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan Polda lainnya. Termasuk juga Bareskrim Polri.

“Bantuan teknis dan taktis mereka berikan. Kesatuan atas juga kami mintai bantuan. Di internal Polda DIJ terus bekerja, dua tim di lapangan terus mencari data dan menyinkronkan data-data yang kami temukan,” tandasnya. (riz/laz)

Digembok dari Liuar, Rumah Ny ES Sepi

Dari pantauan Radar Jogja di kontrakan Eko Purnomo dan Veni (penjemput dr Rica) di Perumahan Griya Pesona Sidoarum, Tangkilan, Godean, di bagian luar masih terserak beberapa poster-poster kartun. Selain beberapa pasang sepatu di rak yang ada di sisi samping rumah.

Di bagian dalam, ada kursi busa warna hijau di ruang tamu. Juga lemari plastik di samping kursi tersebut. Di atas lemari, terlihat beberapa tumpuk kitab dan Alquran kecil bersampul kuning emas. Selebihnya, kamar samping kosong.

Di depan pintu, terdapat struk bukti transfer oleh Eko Purnomo kepada seseorang pada akhir bulan September 2015 sebesar Rp 8 juta.

Sementara itu, di rumah fisioterapis RS Sardjito yang juga menghilang Ny ES, 40, kondisinya sepi. Tetangganya di Perumahan Darusalam A12, RT 12 RW 5, Mejing Wetan, Gamping, juga tidak tahu menahu keberadaan ES. Gerbang depan rumah berwarna abu-abu itu digembok dari luar.

Di depan garasi masih ada dua sepeda motor, Vario berpelat AB 2593 WA dan Supra X dengan nomor polisi AB 4245 LF. Selain itu juga ada tiga buah sepeda kayuh dengan kondisi sangat berdebu.

“Kami tidak tahu perginya ke mana. Di sini disepakati satu pintu, untuk wawancara ada prosedurnya silakan ke Pak RT atau RW. Ini untuk kenyamanan warga,” ujar salah seorang warga kompleks setempat yang enggan menyebutkan namanya. (riz/laz/ong)