GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul hingga saat ini belum bisa memastikan jumlah kunjungan turis asing ke Bumi Handayani. Namun, dinas kebudayaan dan kepariwisataan (disbubar) meyakini, minat wisatawan mancanegara berkunjung ke Gunungkidul terus mengalami peningkatan.

Kepala Disbudpar Gunungkidul Saryanto mengatakan, hingga sekarang pihaknya belum bisa memantau jumlah wisatawan asing yang datang mengunjungi destinasi wisata. Penghitungan wisatawan asing, menurutnya, biasa termonitor melalui bandara atau penginapan maupun hotel.

“Namun hal itu masih belum bisa dilakukan di Gunungkidul. Sebab, wisatawan yang datang menginap di wilayah Jogjakarta. Tapi kelihatannya sudah mulai meningkat,” kata Hari Saryanto kemarin (8/1).

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah kunjungan dari wisatawan asing akan terus dilakukan. Caranya, melakukan pembenahan di sejumlah objek wisata dan peningkatan pelayanan pengunjung.

Selain itu juga dilakukan pengembangan berbasis budaya masyarakat. Desa wisata dengan potensi wisata alam, dibuat terintergrasi dengan budaya masyarakat setempat yang bisa dikembangkan.

“Pengembangan tersebut dilakukan oleh masyarakat setempat. Akan terus kita kembangkan sebagai alternatif wisata yang saat ini sudah ada. Ini diharapkan bisa menarik wisatawan yang sudah bosan dengan keadaan perkotaan, selain itu juga wisatawan asing,” ujarnya.

Di bagian lain, jumlah wisatawan masuk ke wilayah Jogjakarta ujung timur selama 2015 mencapai 2,64 juta orang. Data itu berdasarkan tempat wisata yang ditarik retribusi. Namun untuk objek desa wisata seperti Kampung Emas Plumbungan, Patuk, Embung Batara Sriten, desa wisata Bobung dan beberapa objek lain tidak terdata karena tidak ada retribusi. “Tapi kalau diakumulasi, bisa lebih dari tiga juta pengunjung,” terangnya. (gun/laz/ong)