ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
PADAT MERAYAP: Ribuan kendaraan mengantre memasuki kawasan wisata Pantai Parangtritis. Wisatawan membutuhkan lebih banyak papan petunjuk dan rambu-rambu untuk memudahkan perjalanan.

BANTUL – Tak dipungkiri, arus kendaraan bermotor saat musim libur panjang, khususnya di jalur menuju objek pariwisata sangat padat. Sayangnya, tingginya arus lalu lintas ini belum diiringi dengan fasilitas rambu-rambu yang memadai.

Kabid Keselamatan Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Singgih Riyadi mencatat, saat ini Dishub membutuhkan rambu portabel dan rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ). Jumlah kekurangan fasilitas di jalan kabupaten ini cukup banyak. “Rambu portabel kami kekurangan 20 unit. Berikutnya, RPPJ kurang 26 buah,” terang Singgih, kemarin (8/1).

Kekurangan ini, kata Singgih, diketahui dari hasil survei yang dilakukan Dishub ke sejumlah titik vital, seperti titik rawan kecelakaan, kemacetan, hingga jalur alternatif. Selain di jalan kabupaten, survei ini juga menyentuh ke jalan provinsi. “Untuk kebutuhan di jalan provinsi nanti akan kita sampaikan ke Dishubkominfo,” ujarnya.

Adapun kekurangan rambu portabel dan RPPJ di jalan kabupaten akan ditambal pada Tahun Anggaran 2016. Singgih berharap kekurangan rambu-rambu ini segera ditambah secepatnya. Agar kepadatan arus kendaraan saat libur panjang maupun arus mudik yang berujung pada kemacetan dapat diantisipasi. “Karena para pengendara juga butuh papan petunjuk jalur alternatif,” jelasnya.

Selain rambu portabel, dan RPPJ, Dishub pada tahun ini berencana memasang alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di simpang empat Barongan, Jetis. “Karena semakin hari semakin padat kendaraan,” tambah Kepala Dishub Bantul Suwito.

Meski begitu, Suwito belum dapat memastikan apakah lampu APILL yang akan dipasang di salah satu alternatif tersebut menggunakan teknologi tenaga surya atau konvensional. “Kami hitung anggarannya dulu,” ucapnya.(zam/ong)