MUNGKID – Ratusan warga Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung menolak aktivitas penambangan galian golongan C di lereng Merapi. Penolakan dilakukan karena mereka khawatir penambangan merusak lingkungan sekitar. Jika dibiarkan terus-menerus, rusaknya alam bisa mengakibatkan desa tersebut terkena terjangan aliran banjir lahar dingin.

Warga sempat merobohkan portal yang dipasang menuju area penambangan. Mereka menutup paksa aktivitas penambangan yang mayoritas dioperasikan warga luar Desa Kemiren. Bahkan, gubuk yang ada di area penambangan juga dibakar.

Wiyono, salah satu tokoh masyarakat Kemiren menyatakan, penambangan tersebut sudah berlangsung sebulan dan mengancam tebing di desa tersebut. Jika dibiarkan, aktivitas penambangan menimbulkan aliran sungai baru menuju ke Sungai Batang. Dengan begitu, aliran ancaman banjir lahar akan mengalir ke Desa Kemiren dan sekitarnya.

“Penambangan juga mengancam keutuhan lahan persawahan dan pemukiman penduduk,” ungkap Wiyono kemarin (8/1).

Bersama warga setempat, ia juga minta perhatian pemerintah. Semua kegiatan penambangan di sekitar Desa Kemiren harus dihentikan. Warga mengaku beberapa kali mengingatkan agar penambangan dihentikan. Namun, para penambang manual tidak mengindahkan peringatan warga.

“Warga menutup paksa aktivitas penambangan. Meski penambangan dilakukan manual, lokasi sekitar sudah rusak dengan kedalaman sungai yang cukup parah. Tebing dan tanaman juga sudah rusak,” ungkapnya.

Akibat aktivitas penambangan, warga kesulitan mendapatkan air. Apalagi saat musim kemarau. Kebutuhan air untuk mengaliri sawah juga ikut sulit. Kondisi ini mengakibatkan banyak sawah mengalami kekeringan dan banyak yang gagal panen.

“Terutama lahan pertanian yang di dekat lokasi tambang. Kondisi air berada di bawah lahan pertanian, sehingga sulit mendapatkan air,” jelasnya.

Pada aksi tersebut, ratusan personel petugas berjaga-jaga mengamankan aksi warga. Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho terjun ke lokasi untuk memediasi persoalan warga tersebut.

Selain polisi, 1 SST Kodim Magelang dan Petugas Satpol PP Kabupaten Magelang juga diturunkan ke lokasi.

“Kami mengerahkan sebanyak 150 personel keamanan dari Polres Magelang,” kata Kasubag Humas Polres Magelang AKP Haris Gunardi.(ady/hes/ong)