PELALAWAN – Warga Desa Balam Merah, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan mendadak heboh. Pasalnya, di daerah tersebut ditemukan janin terbungkus jilbab dan kaos singlet yang dikubur di bawah pohon sawit.

Penemuan janin yang sudah tidak utuh dan mengeluarkan aroma busuk itu pertama kali oleh Agus (38). Ketika mencari kayu di kebun sawit milik Jalimah (45), Rabu (6/1).

Curiga ada tumpukan tanah bekas galian mirip kuburan yang diatasnya ada taburan bunga, Agus memberanikan diri untuk mengalinya.

Tapi baru digali ditemukan ada kain jilbab warna putih dan kaos singlet yang membalut sebuah daging. Ketika diangkat ternyata daging itu janin. Atas temuan itu, Agus bergegas pulang dan memberitahukan Abib, imam masjid setempat dan pemilik tanah. Dari pengakuan Jalimah di kebunya tidak ada
kuburan.

Kemudian, keesok harinya kasus ini dilaporkan ke Polsek Bunut. Mendapat laporan itu pihak Polsek Bunut segera turun ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama dengan saksi dan pemilik kebun.

Setelah berhasil digali janin yang sudah tidak utuh segera dievakuasi ke Puskesmas Bunut dan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk diotopsi, Jumat (8/1). Sementara warga sekitar mengaku tidak satupun mengetahui janin siapa yang telah dikubur di bawah pohon sawit.

Paur Humas Polres Pelalawan Ipda M Sijabat, membenarkan adanya penemuan janin yang dikubur di perkebunan sawit tersebut.

“Diperkirakan usia janin itu sekitar 4 bulan, diduga sengaja dikubur di kebun sawit karena malu dari hasil hubungan gelap kedua orang tuanya,” ujar Paur Humas.

Lanjut Paur Humas, kondisi janin bayi yang sudah tidak utuh, jari sudah lunak, organ vital dalam ke adaan busuk dan sulit di kenali jenis kelaminnya. “Jadi belum bisa ditemukan tanda-tanda kekerasan atau tidak. Untuk memastikan sample DNA telah diambil untuk diperiksa ke dokter Forensik Jakarta,” papar M Sijabat.

Sementara ditambahkan Paur Humas, kini pihah Polsek Bunut masih menyelidiki dan memburu siapa orang tua bayi yang tega mengubur di kebun sawit tersebut.

“Kita masih mencari siapa orang tua bayi malang itu. Mudah-mudahan dapat segera terungkap berkat bantuan dari warga,” pungkasnya.(rpg/ray/ong)