SLEMAN – Laporan orang hilang di DIJ terus bertambah. Permasalahan ini menjadi problem kolektif yang perlu dicari solusinya. Sementara itu, warga diimbau untuk tidak mudah percaya dan terpancing ajakan orang lain.

Hingga saat ini, Polda DIJ bersama dengan Bareskrim Polri masih terus menelusuri hilangnya dr Rica Tri Handayani. Meskipun masih dibantah oleh polisi, beberapa orang menyebut dia hilang di bawah pengaruh organisasi tertentu. Begitu pula hilangnya seorang PNS di Rumah Sakit Sardjito, Ny ES, 40, juga masih menyisakan misteri.

Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM M. Najib Azca mengatakan, menghilangnya dr Rica Tri Handayani bersama seorang anak balitanya dimungkinkan mengikuti organisasi radikal. Hal tersebut bisa dilihat dari apa alasan si dokter meninggalkan pesan yang disampaikan kepada keluarganya.

Dia menjelaskan, pola perekrutan organisasi radikal sudah umum dilakukan, yakni menggunakan orang dekat. Artinya, sistem perekrutan yang dilakukan bersifat domestik. Meski begitu, Najib belum menyimpulkan kebenaran dugaan itu. “Masih kita dalami dan telusuri terus. Data-datanya masih belum lengkap,” tutur Wakil Kepala PSKP UGM ini akhir pekan kemarin.

Najib meminta pihak intelijen bekerja lebih keras mengumpulkan informasi kepergian orang tanpa menyampai tujuan pasti. Menurutnya, data semacam itu perlu dimiliki negara untuk menjadi bahan dan perspektif pandangan.

“Selain itu, aparat dan BNPT bisa lebih partisipatif dengan banyak melibatkan ormas yang memiliki banyak pengikut. Masalah orang hilang ini problem kolektif, bukan hanya negara,” tandasnya.

Gerakan radikal memang kerap muncul di Indonesia, misalnya saja gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang sempat hangat beberapa tahun silam. “Dulu itu sempat ramai kabar NII. Namun beberapa waktu lalu sudah hilang beritanya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIJ Thoha Abdurahman mengatakan, MUI sendiri sudah mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing. Karena belum tentu semua ajakan yang datang dari orang yang tidak jelas tersebut benar. “Ya intinya jangan mudah terpancing. Berharap pihak kepolisian juga bisa segera menemukan orang-orang yang hilang tersebut supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ungkapnya. (riz/ila/ong)