Dua foto yul..//

Gunawan/Radar Jogja

MINTA HUJAN: Umat muslim Desa Gading, Playen, Gunungkidul, melaksanakan salat istisqa atau minta hujan di lapangan terbuka desa setemat, kemarin (10/1). Foto kanan, seorang petani di Desa Putat, Patuk, menunjukkan retakan tanah di areal persawahan setelah lama tak tersirami air hujan.

GUNUNGKIDUL – Warga Gunungkidul yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, mulai cemas karena dihantui gagal panen. Sebagai bentuk kepasrahan kepada Tuhan, mereka pun menggelar salat istisqa atau minta hujan.

Sedikitnya 500 penduduk muslim di Desa Gading, Playen, kemarin (10/1) memenuhi lapangan terbuka. Dipimpin iman dan khatib, H Abdul Rokhim dari Kecamatan Patuk, salat istisqa ini tidak hanya diikuti warga, tapi hewan ternak mereka juga dihadirkan.

Puluhan ekor kambing dan seekor sapi sengaja dibawa oleh warga ke lapangan desa setempat untuk ikut memanjatkan doa. Dalam khotbahnya, H Abdul Rokhim mengatakan cuaca tak menentu merupakan bagian dari cobaan dari Alloh. Oleh karena itu sebagai mahluk beriman, pihaknya mengimbau umat agar bisa berpasrah diri pada Tuhan yang Maha Esa.

“Alloh tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan manusia. Makanya kita wajib berpasrah diri, mohon ampun atas segala dosa dan kesalahan, dan semoga hujan yang kita tunggu segera turun,” kata Abdul Rokhim.

Menurutnya, hujan yang barokah itu tidak membawa musibah. Meski sebagian besar masyarakat menghendaki hujan turun, diharapkan membawa manfaat dan bukan malah menjadi bencana yang mengancam. “Semoga hujan yang datang bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Salah satu tokoh warga setempat, Ibrahim, mengakui kegiatan ini merupakan puncak keprihatinan masyarakat, utamanya petani yang tanaman pertaniannya sebagian mati dan terancam gagal panen. Ini karena sudah sebulan lebih tidak ada hujan.

“Hujan sangat diharapkan, maka kita sepakat melaksanakan salat istisqa ini. Mudah-mudahan doa kita terkabul dan hujan segera turun, sehingga tanaman akan kembali tumbuh dan bisa panen sebagaimana yang diharapkan,” tuturnya.

Tidak hanya di Playen, salat minta hujan juga dilaksanakan masyarakat Desa Karangasem, Paliyan. Ribuan warga setempat melaksanakan salat minta hujan di lapangan desa. Dengan imam dan khatib Mujiono dalam khotbahnya mengimbau umat muslim banyak bertaubat, membaca istighfar dan berserah diri kepada Alloh. “Dengan taubat dan istighfar, maka diharapkan hujan segera turun,” katanya.

Di bagian lain, seorang petani di Desa Putat, Patuk, nampak murung karena benih padi yang belum lama ditanam kekurangan air. Akibatnya muncul retakan pada tanah dan cukup mengkhawatirkan. “Semoga hujan lekas turun,” harapnya.

Tidak lama berselang, hujan benar datang. Meski hanya sebentar, sudah cukup membahasahi tanah di sekitar Patuk. (gun/laz/ong)