MAGELANG – Kehadiran Museum Taruna Abdul Djalil di Kompleks Akmil sangat penting. Lewat benda-benda di museum tersebut, para siswa bisa belajar sejarah masa lalu.

Seperti yang dilakukan sejumlah siswa SMAN I Kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur. Mereka berwisata pendidikan di Museum Taruna Abdul Djalil. Kedatangan mereka diterima Kepala Bagian Perencanaan Pendidikan Sdirbindik Akmil (Kabagrendik Akmil) Mayor Inf Agus Jovan Latuconsina.

Begitu sampai, mereka langsung ke ruang auditorium. Bersama-sama, mereka menyaksikan pemutaran film dokumenter. Dilanjutkan penjelasan isi dan perkembangan Museum Taruna Abdul Djalil serta proses perekrutan atau penerimaan calon taruna /taruni Akmil.

“Bisa memotivasi para siswa untuk ikut pendidikan militer di Akmil,” kata Jovan Latuconsina, pekan lalu.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri I Kendal Agus Supriyono MPd berharap, usai dari museum, pada para siswa muncul perubahan sikap dan perilaku yang positif dan lebih baik. Termasuk tumbuh rasa cinta tanah air, jiwa pantang menyerah, setia kawan dan semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Sebelumnya, Akmil Magelang menjadi
lembaga yang dipilih untuk latihan Bela Negara. Sebanyak 271 siswa dari SMAN I Mertoyudan mengikuti pelatihan di Lapangan Departeman Jasmani Militer, Kompleks Akmil selama dua hari.(dem/hes/ong)