SLEMAN- Beban siswa didik kian besar dengan penerapan kurikulum 2013 (K13). Nantinya, kurikulum terbaru itu akan diterapkan di semua sekolah, tanpa melihat grade maupun kualitas.

Pada 2016 ada penambahan 158 sekolah. Dengan begitu, total ada 191 sekolah berbasis K13. Hingga 2019, semua sekolah harus menerapkan kebijakan tersebut. “Itu (penambahan sekolah) instruksi kementerian,” jelas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Sleman Arif Haryono kemarin (8/1).

Pelaksana K13 terbanyak di jenjang SD, yakni 127 sekolah. SMP 25, SMA 21, dan SMK 19. Menurut Arif, setiap sekolah ke depan harus memenuhi kriteria pelaksana K13. Memang bukan hal mudah menjalani sistem tersebut. Bukan hanya kesiapan mental guru dan murid. Sarana dan pra sarana juga harus mendukung.

Nah, untuk mendongkrak kualitas dan kapasitas guru, dinas rajin menggelar workshop atau pendidikan kilat, serta bimbingan teknis.

Tak kalah penting, Arif mengingatkan kesiapan materi ajar berupa buku. Meski pengadaan pada tahun lalu, menurutnya, masih bisa diterapkan pada tahun ini karena dasar materi ajarnya sama. “Prinsip, seluruh sekolah siap menerapkan K13,” ujarnya.

Salah satu sekolah yang belum menerapkan K13 adalah SMPN 2 Cangkringan. Kendati begitu, Kepala SMPN 2 Cangkringan Hadi Suparmo menyatakan siap jika ditunjuk oleh dinas untuk menyelenggarakan kurikulum itu. Meski masih menerapkan kurikulum 2006, para guru telah menjalani diklat dan pelatihan K13. “Siap saja. Buku K13 juga sudah ada,” ujarnya.(yog/din/ong)