RIRIN OKTAVIANI/EKSPRESI
ADOPSI: Komunitas Earth Hour Jogja menggelar Earth Camp di Tahura Gunungkidul (8-9/1).

KONDISI bumi yang semakin memprihatinkan, membuat sejumlah anak muda melakukan gerakan nyata untuk memperbaikinya. Kenaikan suhu muka bumi bumi pun harus dihadang agar tidak semakin tinggi.

Gerakan menyelamatkan bumi itu dilakukan komunitas Earth Hour Jogja dengan menggelar Earth Camp. Kegiatan kemah ceria dilaksanakan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder, Gunungkidul pada 8-9 Januari 2016. Selain Kemah Ceria, dalam kegiatan ini juga digelar adopsi pohon.

Anak muda diajak lebih mengenal isi hutan beserta manfaatnya. Tahura yang dikelola Dinas Kehutanan dan Perkebunan Jogjakarta ini dipilih karena merefleksikan kondisi hutan, namun jaraknya masih terjangkau bagi masyarakat kota.

Tahura juga terdapat area konservasi yang dikhususkan melindungi spesies tertentu dan keaslian alam Hutan Bunder. Program adopsi pohon bertajuk “Baby Tree Friends”.

Sejumlah pohon yang telah diadopsi kemudian ditanam di salah satu petak Tahura. Pohon-pohon tersebut akan dirawat petani hutan.

“Kami berharap pohon ini akan menjadi tabungan oksigen bagi kami nantinya,” tutur Jatu Barmawati Sekal, ketua Earth Camp.

Pohon-pohon yang ditanam juga diberi pupuk organik berteknologi nano. Pupuk organik tersebut mampu meningkatkan ketahanan pohon meski di kondisi ekstrem seperti Gunungkidul.

Nantinya, kegiatan ini akan diadakan berkala. Sehingga semakin banyak masyarakat yang mengerti pentingnya hutan, sehingga tidak ada lagi kasus pembakaran hutan seperti yang pernah terjadi. Ini Aksiku! Mana Aksimu? (rin/iwa/ong)