MUNGKID – Siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Wanurejo di Kecamatan Borobudur terpaksa harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di musala sekolah. ini terjadi karena atap salah satu bangunan ruang kelas mengalami ambrol. Meja, kursi, papan tulis, dan dan peralatan KBM lainya rusak tertimpa genteng.

Robohnya atap bangunan ruang kelas ini sudah sejak Desember 2015. Diduga, atap bangunan sudah lapuk, karena termakan usia. Hujan yang turun semakin menambah penyangga atap bangunan mudah roboh.

Guru Wali Kelas II Sunhaji, 42, mengatakan, robohnya atap bangunan ruang kelas II diduga karena kayu penyangga sudah lapuk. Ini mengakibatkan langit-langit jebol dan menimpa seisi ruang kelas.

“Atap roboh sekitar pukul 14.00. Beruntung saat itu sudah tidak ada KBM, para siswa dan guru sudah pada pulang,” kata Sunhaji, kemarin (11/1).

Ia mengatakan, bangunan ruang kelas II tergolong sudah berumur. Selama 20 tahun dirinya mengajar di sekolah tersebut, bangunan ruang kelas II belum pernah diperbaiki. Dulu, sekolah pernah melakukan perbaikan. Namun bukan mengganti atapnya. Melainkan memperbaiki lantai ruangan.

“Sebelum ambrol, ada ternit sudah terlihat nyaris jatuh. Guru lalu sepakat memindahkan para siswa untuk belajar di ruang kelas V,” ungkapnya.

Sementara siswa kelas V melangsungkan KBM di musala lantai II sekolah. KBM dilakukan tanpa peralatan memadahi. Meja, kursi, dan papan tulis menggunakan seadanya. Bahkan, meja tenis meja difungsikan sebagai meja bersama para siswa.

“Para siswa kelas V belajar di ruang semi terbuka,” tuturnya.

Khoirunisa, guru lainnya menjelaskan, jumlah siswa kelas II sekitar 13 dari total 80 siswa MI Wanurejo. Mereka biasa mempergunakan ruang kelas II untuk belajar. Selain itu, ruang kelas II juga dimanfaatkan sebagai jalur menuju ruang kelas lainya. Atas robohnya atap tersebut, ia mengaku bersyukur karena tidak ada korban.

“Biasanya selain sebagai KBM, ruang kelas II juga difungsikan sebagai jalan menuju kelas lainya. Beruntung saat kejadian siswa dan guru sudah pulang,” katanya.

Akibat tertimpa atap, meja, kursi, dan peralatan KBM yang ada di kelas mengalami rusak dan tidak bisa dipakai. Peristiwa robohnya atap terjadi pada Desember, hingga kemarin (11/1) material atap yang roboh sengaja tidak dibersihkan. Meja, kursi, almari, dan peralatan KBM lainya masih tertimbun material.

“Berdasar kesepakatan bersama, belum dilakukan pembersihan material. Kalau ada yang membantu bisa langsung melihat dulu kondisinya,” jelasnya.

Sekolah berharap, kondisi ini segera mendapat perhatian. Para siswa semoga bisa melangsungkan KBM seperti sedia kala. Harapannya, para siswa bisa fokus mengikuti materi pelajaran di kelas masing-masing.(ady/hes/ong)