GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Salah satu tersangka yang berhasil ditangkap petugas.
JOGJA – Empat kepala cabang sebuah bank swasta ditangkap Badan Narkotika Nasional Pro-vinsi (BNNP) DIJ. Mereka diciduk petugas saat sedang pesta sabu di sebuah kamar hotel di sepu-taran Tugu Jogja. Tiga orang merupakan kepala regional bank swasta nasional Jawa Tengah-DIJ dan seorang lagi kepala cabang Tegal, Brebes, dan Pemalang
Peristiwa ini membuktikan je-rat narkoba tak mengenal latar belakang, mereka yang berpen-didikan dan berpangkat pun tak luput dari zat psikotropika ini. Kepala BNNP DIJ Kombes Pol Soetarmono mengatakan, me-reka berpesta sabu diduga sete-lah melakukan kunjungan kerja.Dijelaskan, informasi ini be-rawal dari masyarakat. Ada la-poran penyalahgunaan narkoba di sebuah hotel di Jogja. “Lalu pada hari Jumat (8/1) baru dilakukan penggerebekan pada pukul 23.00 WIB di kamar hotel nomor 321 dan 308. Dari hasil tes urin terindikasi ada kandungan amphetamin dan amphemetamine,” terangnya kepada wartawan dalam gelar perkara, kemarin (13/1).

Para tersangka pengguna nar-koba yakni Fabianus, 39 warga Griya Keramat Kota Tegal, Jawa Tengah. Laki-laki yang menjabat regional head bank tersebut sudah sepuluh kali memesan sabu dari seorang bandar. Berturut-turut selanjutnya yang ikut ditangkap adalah Dian, 33, warga Perum Mejasem, Kabupaten Tegal yang menjabat kepala bank cabang Tegal; Chandra, 33, asal Kabupa-ten Pekalongan yang bertugas sebagai kepala cabang Pemalang. Satu orang lagi yakni Leonard, 37, warga Perum Mejasem sebagai Pjs kepala cabang Brebes.

Selanjutnya, untuk pe-ngembangan kasusnya, Senin (11/1) lalu petugas menuju Tegal dan berhasil menangkap bandar berinisial IW, 40. Pekerja bengkel itu ditangkap setelah mengantar anaknya ke sekolah. “Ditangkap di bengkel tem-patnya kerja, jarak satu kilome-ter dari kediamannya di Kelu-rahan Mangkukusuman, Tegal Timur, Kabupaten Tegal,” paparnya.Dari hasil penggeledahan di bengkel IW, petugas menyita satu kardus berisi 16 paket sabu. Tujuh paket sabu B kode Bebek, 8 paket C bersandi Cacing, dan satu paket disebut KPK, kepen-dekan dari kering padat keras. Serta setengah butir inex, dua tablet alganat, dan 117 pipet kaca baru yang belum dipakai. “Satu paket sabu seberat se-tengah gram dijual Rp 900 ribu. Selain beberapa alat hisap, juga disita empat ponsel dan uang Rp 4.618.000 dari para tersang-ka,” terangnya.Para pelaku dijerat Pasal 112 dan pasal 114 KUHP tentang kepemilikan dan pengedaran Narkoba. “Ancaman seumur hidup, kalau barang bukti lebih dari 35 gram,” jelas Soetarmono. (riz/ila/ong)