MAGELANG – Puluhan aktivis antikorupsi di Kota Magelang mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Magelang. Mereka mempertanyakan kelanjutan kasus dugaan korupsi yang jalan di tempat sejak pertengahan tahun lalu. Mereka merasakan, hampir enam bulan terakhir, tidak terdengar proses penyelidikan lagi.

Kasus yang jalan di tempat, di antaranya penyelidikan kasus dugaan kerugian negara dalam Pembangunan Pasar Rejowinangun dan Bantuan Sosial (Bansos) Peningkatan Mutu Pembelajaran TIK (e-Learning) SD tahun 2014.

“Penanganan dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Rejowinangun kok tidak ada kabarnya atau tidak tindak lanjutnya ya? Juga dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Peningkatan Mutu Pembelajaran TIK (e-Learning) SD tahun 2014 juga tidak tersentuh, ada apa?” sindir Koordinator LSM Forum Bersama Peduli Magelang (Forbes PM Bintoro Dwi Prasetyo kemarin (14/1).

Anggota Forbes PM Edy Sutrisno menambahkan, pembangunan Pasar Rejowinangun sejak awal sudah bermasalah. Mengingat dalam satu kegiatan atau proyek, ada tiga sumber anggaran. Yakni investasi untuk bangunan dua lantai di bagian depan, APBD Kota Magelang untuk pedagang los, serta APBN untuk pembangunan los tambahan di bagian belakang.

“Proyek Pembanguan Pasar Rejowinagun 1000 persen sudah jelas-jelas salah dan kerugian negara juga jelas ada. Pedagang pasar tersebut juga banyak yang menjadi korban. Masyarakat Kota Magelang sudah tahu semua. Kenapa kasus tersebut kok mengendap, ada apa?,” kritiknya.

Pemilik RS Lestari Kota Magelang ini minta ketegasan aparat Kejaksaan Magelang.

“Kami ke sini (Kejari) siap membantu Kejari untuk memberantas korupsi di Kota Sejuta Bunga. Orang nyuri pitik (ayam) dan helm saja di tangkap dan dihukum. Kenapa yang nyolong (mencuri) uang negara miliaran rupiah dibiarkan saja. Jangan sampai hukum hanya berlaku bagi orang lemah dan orang kuat (penguasa) kebal hukum,” kata Mantan Anggota DPRD Kota Magelang berapi-api.

Pengiat anti korupsi yang datang, selain dari LSM Forbes, juga dari Gerakan Perubahan Kota Magelang (Geram), Detasemen Anti Korupsi (Desak 71), Waskita, Cicak, Pemuda Pancasila (PP), dan lainnya. Terlihat beberapa tokoh masyarakat yang periode lalu duduk di DPRD Provinsi Jawa Tengah maupun DPRD Kota Magelang. Seperti Sentot, Sriyanto, dan lainnya.

Mereka tiba di Kantor Kejari Magelang, sekitar pukul 10.00. Di Kejari, mereka ditemui Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Magelang Martin Rudolf Josias yang didampingi Kasi Intel Heri AS, serta seorang jaksa perempuan.

Menurut Martin Rudolf Josias, pihaknya siap menyelesaikan kasus korupsi di Kota Magelang. Termasuk dalam penanganan kasus proyek pembangunan Pasar Rejowinangun dan Bantuan Sosial (Bansos) Peningkatan Mutu Pembelajaran TIK (e-Learning) SD tahun 2014.

“Jika secara fakta hukum dan yuridis salah dan ada kerugian negara. Kasus tersebut akan kami naikkan (teruskan). Jika tidak terbukti salah dan tidak ada kerugian negara, kasus tersebut kami tutup,” ungkapnya.

Ia juga berharap, kasus yang ada segera bisa terselasaikan.

“Kami ingin tidak ada tunggakan kasus mengingat kasus-kasus terkini (baru) juga banyak dan harus ada penanganan juga. Apalagi selalu ditagih Kejati untuk merampungkan kasus-kasus yang ada. Supervisi sewaktu-waktu dilakukan pihak Kejati,” katanya.(dem/hes/ong)