HENDRI UTOMO/Radar Jogja
DILIRIK GAFATAR: Rumah di Pedukuhan Pendem, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo yang dulu sempat diurus izinnya sebagai sekretariat Gafatar nampak kosong tanpa penghuni, kemarin.

KULONPROGO – Aktivitas organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang akhir-akhir ini disinyalir sebagai ormas yang mendlangi banyaknya orang hilang di DIJ, tampaknya memang sudah berlangsung cukup lama. Sebagai contoh di Kulonprogo, Gafatar pernah terang-terangan mencari markas sebagai tempat aktivitas mereka.

Sasarannya adalah sebuah rumah di Pedukuhan Pendem, Sidomulyo, Pengasih, Kulonprogo. Rumah kosong ini sempat akan dijadikan sekretariat Gafatar. Namun hingga saat ini belum tampak aktivitas yang berlangsung di rumah tersebut.

Sekretaris Desa Sidomulyo Sugeng Priyono menyatakan, awal 2015 sempat ada seorang lelaki datang ke Balai Desa Sidomulyo untuk mengurus surat keterangan hak milik tanah di Pedukuhan Pendem RT 10 RW 04 tersebut, alasannya sebagai persyaratan izin mendirikan Sekretariat Gafatar.

“Selama ini rumah itu memang dibiarkan kosong, saat itu katanya mau dipakai untuk permohonan izin sekretariat Gafatar. Yang datang mengurus hak milik tanah untuk izin saat itu, adalah anak pemilik rumah itu sendiri, ” katanya, kemarin (14/1).

Namun sejauh ini tidak pernah ada aktivitas apa pun di rumah tersebut. Warga sekitar juga tidak pernah ada yang melihat papan nama atau atribut Gafatar yang terpasang di rumah tersebut. “Pemilik rumah hanya sesekali datang untuk mengecek kondisi rumah. Belum lama ini, ibu pemilik rumah meninggal, jenazahnya dibawa ke sana untuk dimakamkan di wilayah Pendem,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dusun Demen Arif Muttaqin mengungakpan, pada 2012 juga pernah ada beberapa orang menemuinya dan mengajukan izin pendirian sekretariat. Saat itu, dia sempat diberi tabloid bertajuk Gafatar. “Kalau dulu bilangnya cuma untuk yayasan atau LSM. Kegiatannya memang terlihat bagus kalau dari tabloidnya, seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya
Ketika itu, dia mengaku tidak memberikan izin apa pun dan meminta tamunya tersebut langsung melapor dan meminta izin ke pemerintah desa. “Sejak saat itu, tidak pernah ada kegiatan apa pun di rumah itu. Tidak pernah ada kegiatan sosial yang digelar Gafatar di sini,” imbuhnya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulonprogo Tri Wahyudi menjelaskan, jika ingin mengajukan surat keterangan terdaftar, sebuah ormas tetap wajib memiliki alamat sekretariat yang jelas.

Dia pun tidak menampik perna ada pengajuan izin yang disampaikan Gafatar pada awal 2015 lalu dan beralamatkan di Pedukuhan Pendem, Sidomulyo, Pengasih. “Namun sejauh pantauan kami, tidak ada aktivitas apa pun di sana. Juga tidak ada pemasangan papan nama dan sebagainya,” jelasnya. (tom/jko/ong)