LANGKAH antisipasi dalam rangka menghalau kemungkinan adanya teroris pascateror bom di Jakarta, sekaligus dalam rangka memberi rasa aman terhadap para pengunjung, juga dilakukan manajemen Candi Prambanan dan pengelola Bandara Adisutjipto Jogjakarta.

Kepala UPT Taman Wisata Candi Prambanan Priyo Santoso mengatakan, upaya pengamanan yang dilakukannya dengan mulai menambah petugas dan memaksimalkan patroli. “Setelah kejadian Jakarta, kami langsung koordinasi dengan Pam Obvit Polres Sleman dan Klaten. Termasuk dengan patroli langsung meningkatkan kewaspadaan dan keamanan,” katanya kepada Radar Jogja, kemarin (15/1).

Dia menambahkan, dalam setiap hari akan terus ditingkatkan pengamanannya, terutama di lingkungan Candi Prambanan dan sekitarnya. Selain patroli dan penambahan personel, pihaknya juga bekerja sama dengan pam taman wisata. “Keamanan terus kita tingkatkan. Terkait adanya ancaman bom, mudah-mudahan tidak terjadi di sini,” tandasnya.

Selain pengamanan, juga akan dilakukan penambahan kamera CCTV di beberapa lokasi. Hal itu dilakukan untuk mengawasi daerah yang tidak bisa dijangkau pihak keamanan. “Kita juga sudah dikoordinasikan dengan Pam BPCB untuk meningkatkan kewaspadaan, sehingga juga akan ada penambahan pemasangan CCTV,” terangnya.

Sementara itu, pengamanan ketat juga dilakukan di Bandara Adisutjipto Jogjakarta. Di lokasi tersebut sejumlah personel TNI berjaga dilengkapi dengan senjata laras panjang.

Manager Operational Bandara Adisutjipto Alif Krisno Hidayat menegaskan, pengamanan di bandara sudah ditetapkan siaga kuning sejak 24 November. Namun usai peristiwa teror, pihaknya menambah personel keamanan dari TNI AU sebanyak 25 orang.

“Total personel yang berjaga ada 38 orang. Juga kami tambah personel intelijen, anjing pelacak dan giat patroli di sejumlah titik di kawasan bandara,” ujarnya.

Semua kendaraan yang masuk diperiksa petugas dengan menggunakan mirror detection. Selain itu, sejumlah CCTV juga dioptimalkan dan pemeriksaan dengan X-Ray ditingkatkan. Bahkan sejumlah personel keamanan yang berjaga dilengkapi senjata laras panjang M16.

“Pemeriksaan kami perketat tidak hanya pada barang bawaan, tapi juga pada calon penumpang. Tidak ada pemakluman pada penumpang yang kami anggap membahayakan,” tegasnya. (riz/jko/ong)