MUNGKID – Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin mengusulkan perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2009 tentang PDAM Kabupaten Magelang. Nantinya, perubahan perda bertujuan melakukan perubahan modal dasar yang sebelumnya Rp 15 miliar menjadi Rp 30 miliar.

Dewan berpendapat, penambahan modal dasar tersebut bisa dibarengi kinerja PDAM, agar semakin baik.

Bagyo Widi Nugroho dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Magelang mengatakan, dalam upaya menambah jumlah pelanggan PDAM, diharapkan tidak calon konsumen. Misal, menarik pungutan biaya pemasangan sambungan rumah tangga terlalu tinggi.

“PDAM tidak hanya berorientasi profit, agar mampu meningkatkan setoran ke kas daerah. PDAM juga mengemban fungsi sosial,” kata Bagyo mengingatkan, Rabu (13/1).

Selain itu, dewan juga mendorong manajemen PDAM Tirta Gemilang meningkatkan kinerja. Di bidang pelayanan masyarakat, konsumen maupun kontribusi ke kas daerah.

“Menjamin kualitas air yang didistribusikan aman bagi kesehatan konsumen. Juga menjamin kelancaran pasokan air bagi seluruh rumah pelanggan,” imbuh Prihadi dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Magelang.

Menurut Prihadi, penambahan modal harus dimanfaatkan untuk menambah jumlah pelanggan. Selain itu, memperluas jangkauan layanan di perkotaan dan pedesaan. Caranya, membuka jaringan baru ke wilayah yang relatif produktif dari sisi sosial maupun ekonomi.

Lebih dari itu, penambahan modal ke BUMD bukan sekadar mengalihkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa). Karena tidak terserap dalam kegiatan pembangunan.

“Dengan begitu, penambahan modal dari pemda benar-benar membawa dampak ke masyarakat luas dan mampu meningkatkan PAD ,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Zaenal Arifin mengatakan penambahan modal dimaksudkan untuk penambahan, peningkatan, perluasan sarana, dan prasarana sistem penyediaan air minum. Juga meningkatkan kualitas dan pengembangan cakupan pelayanan air minum pada masyarakat. Penambahan modal untuk memperkuat struktur permodalan PDAM.

“Demi mendukung pencapaian pencapaian target program 100-0-100 (100 persen akses air minum aman, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen sanitasi layak). Ini sebagai upaya meningkatkan cakupan pelayanan air perpipaan di wilayah perkotaan sebanyak 80 persen dan 60 persen di wilayah pedesaan,” katanya.(ady/hes/ong)