BANTUL – Pengaruh pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 bagi konstelasi politik dan kesadaran masyarakat akan terwujudnya roda pemerintahan yang baik cukup signifikan. Itu salah satunya ditandai dengan menjelmanya Relawan Jas Merah (RJM) menjadi organisasi masyarakat (ormas).

Ya, salah satu relawan pendukung pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih (Suharsono-Halim) saat masa kampanye pilkada ini menyatakan kebuatannya untuk berubah menjadi ormas Jas Merah.

Ketua Ormas Jas Merah Heru Joko Widodo menyatakan, struktur kepengurusan Jas Merah telah terbentuk hingga ke seluruh kecamatan. Yang masih menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah pembentukan struktur kepengurusan ke tingkat pedesaan dan pedukuhan. “Setelah persyaratan lengkap akan kami buatkan badan hukum dan kami daftarkan ke Kesbangpol,” terang Heru, kemarin (17/1).

Heru menegaskan, pilkada telah usai. Yang dibutuhkan saat ini adalah kembali bersatunya seluruh komponen masyarakat untuk mengawal jalannya roda pemerintahan yang dipegang Suharsono-Halim selama lima tahun ke depan. Karena itu, Heru menyerukan agar seluruh komponen masyarakat bersatu dan melupakan perbedaan pilihan saat pilkada.

Dikatakan Heru, perubahan di Bumi Projo Tamansari merupakan harga mati. Atas dasar itu pula, RJM yang notabene kader dan simpatisan PDI Perjuangan memutuskan membelot dan mendukung Suharsono-Halim saat pilkada lantaran pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKB, serta didukung PKS ini membawa misi dan agenda perubahan.

Dewan Pembina Ormas Jas Merah Bambang Prijambodo mengatakan, Jas Merah tidak hanya bergerak dalam bidang politik. Lebih dari itu, Jas Merah juga berkecimpung dalam bidang sosial dan kemasyarakatan. “Kami sangat berharap bupati terpilih mewadahi para relawan demi membantu jalannya roda pemerintahan seperti yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK,” tandasnya.

Bupati terpilih Suharsono mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan para relawan, termasuk di antaranya Jas Merah. Sebab, jalannya roda pemerintahan bisa berjalan baik bila ada komponen masyarakat yang ikut mengawasinya. “Jika nanti ada kebijakan yang tak prorakyat kritik dan ikut carikan solusinya,” pintanya.(zam/din/ong)