GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
ZONA AIR: Sejumlah pelajar sekolah dasar mencoba permainan edukatif Kalkulator Hidrasi saat peresmian wahana baru Zona Air di Taman Pintar, Jogja, Senin (18/1)
JOGJA – Warga Jogjakarta dan sekitarnya mungkin sudah mulai bosan berkunjung ke Taman Pintar. Makanya, perlu inovasi agar kunjungan dari warga lokal DIJ ini tak ber-kurang, bahkan bisa tertarik masuk ke wa-hana edukasi dan bermain itu tiap tahun
Soal inovasi ini, Kepala Kantor Taman Pintar Yunianto Dwi-sutono menjelaskan, setiap tahun minimal ada lima wa-hana yang baru. Baik wahana yang benar-baru, atau yang mengalami up grade. “Sesuai dengan kerja sama, selama tiga tahun pihak ketiga berkewajiban untuk memper-barui wahana,” tutur Yuni, sa-paan akrabnya, disela peresmi-an wahana air untuk kehidupan, kemarin (18/1).

Yuni menjelaskan, sebagai taman edukasi dan bermain, pembaru-an wahana merupakan kewajiban. Terlebih, saat ini taman edukasi dan bermain semakin bermacam-macam di Jogjakarta dan seki-tarnya. “Sebuah tuntutan (pem-baruan),” jelasnya. Asisten Sekretaris Kota (Assek-kot) I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aman Yuriadijaya menambahkan, sesuai asas pen-diriannya, Taman Pintar meru-pakan realisasi harapan Ki Ha-jar Dewantara. Bapak pendidi-kan itu menciptakan pendidikan yang menyenangkan. “Ini di-aplikasikan dalam pembangunan seluruh zona yang mengembang-kan teknologi dengan konsep mendidik,” jelasnya.

Zona air tersebut memiliki konsep water museum. Di da-lamnya terdapat berbagai wa-hana seperti mini teater empat di-mensi. Ini untuk mengajarkan perjalanan siklus air. Selain itu, juga permainan Kalkulator Hidrasi yang mengajarkan fung-si air bagi kesehatan. “Ada juga permainan kinect biopori yang erat dengan peles-tarian lingkungan, serta sejumlah wahana lain yang mengeksplo-rasi berbagai jenis air,” tandasnya.

Zona ini diharapkan, bisa me-nambah wahana edukasi di Taman Pintar. Salah satunya, agar pengunjung yang mayori-tas anak-anak sudah bisa me-mahami pentingnya air untuk kehidupan. Bahkan, bisa men-jadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menga-jarkan tentang pentingnya me-lestarikan lingkungan hidup. Terlebih, sebagian besar orang belum menyadari bahwa tidak semua air sama, aman, dan sehat untuk dikonsumsi. Selain itu, pendidikan mengenai air terkadang tidak dianggap terlalu penting bahkan cenderung diabaikan. “Kami menyadari pelestarian air tidak bisa dilakukan sendirian. Makanya pendidikan mengenai pentingnya melestarikan air dan cara menjaganya perlu ditanamkan sejak dini,” jelasnya. (eri/ila/ong)