JOGJA – Kesebelasan GAMA Jogja memastikan lolos keluar dari jurang degradasi. Kepastian itu setelah dalam lanjutan kompetisi Pengcab PSSI berhasil menggulung RAS UAJY 3-0 di Stadion Kri-dosono, Jogja. Sementara bagi RAS UAJY, kekalahan tersebut men-gunci tim di dasar klasemen dan otomatis terlempar ke jurang degradasi ke Divisi Satu musim kompetisi mendatang.Dalam laga terakhir bagi kedua tim, GAMA lebih banyak mendominasi ja-lannya pertandingan.

Gol pembuka GAMA hadir dari kaki Mustofa di menit 14. Gol tambahan bagi gama kembali hadir tiga menit sebelum turun minum melalui kaki Bonda.Di babak kedua, RAS UAJY mencoba mengambil inisiatif menyerang. Permainan keras kedua tim mem-buat wasit kerap kali menghentikan pertandingan. Bahkan, kerap kali tekel keras yang dilakukan oleh kedua tim menyulut emosi para pemain. Tercatat empat kartu kuning diterima oleh pemain RAS UAJY.Permainan keras yang dipergakan oleh RAS UAJY ternyata tidak membuat serangan GAMA mandeg.

Hasilnya, tiga menit sebelum bubar, Reza berhasil mengunci kemenangan GAMA menjadi 3-0.Pelatih GAMA Erwan mengaku bersyukur timnya berhasil lolos dari zona degradasi. Sebab selama menjalani kompetisi, timnya mengalami penurunan jelang kompetisi berakhir. “Untuk evaluasi kami pikirkan nanti. Sekarang disyukuri dulu kami bisa lolos dari degradasi,” jelas Erwan.Setelah menjalani partai terakhir, dia akan meli-burkan para pemain untuk sementara waktu. Dia berharap dengan waktu libur yang diberikan bisa membuat pemain lebih rileks. “Pasca istirahat kami akan pikirkan kompetisi musim depan,” jelasnya.

Kompetisi di bawah naungan Pengcab PSSI Kota Jogja ini diikuti oleh 12 tim peserta Divisi Utama dan 13 tim tergabung dalam Divisi Satu. Tim-tim Divisi Utama terdiri dari RAS UAJY, Indonesia Muda Natur-indo, Gama, MAS, Orion UAD, TNH, SO Atakrib, Mi-liran FC, UNY, Satria Akprind, Bharata, dan HW UMY.Ketua Asosiasi Provinsi PSSI DIJ Hadianto Is-mangoen mengatakan kompetisi yang digelar Pengcab PSSI Kota Jogja diharapkan dapat men-jaga semangat berkompetisi klub-klub lokal yang ada di daerah. Meski PSSI tengah dibekukan, pem-binaan terhadap bibit-bibit potensial daerah tetap harus berjalan. “Semangatnya kopetisi ini bukan semata-mata meraih juara, tetapi bagaimana pem-binaan sepak bola di DIJ ini bisa terus berjalan,” jelas Hadianto. (bhn/din/ong)