GUNUNGKIDUL – Isu kelayakan kinerja Pjs Sekda Gunungkidul Supartono belakangan menjadi perbincangan hangat di lingkungan pemkab. Namun, baik buruk kinerja pejabat yang juga merangkap Kepala Dinas Pendapa-tan, Pengelolaan dan Aset Daerah (DPPKAD) ini tergantung penilaian Pjs Bupati Budi An-tono.Saat ditemui di ruang kerjanya, Pjs Bupati Budi Antono belum mau berbicara banyak mengenai hasil penilaian kinerja pjs sekda. Hasil evaluasi belum bisa disampaikan sekarang, lantaran masih menunggu waktu yang tepat. “Seperti yang pernah saya sampaikan, ki-nerja pjs sekda dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Saat ini kan belum ada tiga bulan,” kata Budi Antono kemarin (18/1).

Dia menjelaskan, Supartono menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai pjs ter-hitung sejak 1 November 2015. Artinya, peni-laian berlanjut atau tidak jabatan itu bakal diketahui per 31 Januari mendatang. “Kalau kinerjanya tidak memuaskan, bisa di-ganti dengan pejabat lain. Untuk prosesnya sama dengan pengisian saat ini, di mana harus menda-patkan rekomendasi dari gubernur,” kata Budi.Karena proses penilaian hingga kini masih ber-lanjut, pihaknya belum bisa berbicara lebih jauh. Diminta sedikit saja memberikan bocoran akan seperti apa hasil evaluasi nanti, Budi kembali me-lepas senyum. “Kalau itu (penilaian kinerja) sebe-tulnya mudah saja, tergantung dari komunikasi. Tapi saya sekarang belum mempunyai kebijakan apakah diteruskan atau tidak (jabatan pjs sekda), karena masih ada sisa waktu penilaian,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Budi, komunikasi yang di-bangun dengan pjs sekda sudah baik. Setiap tugas juga telah dikerjakan dengan maksimal. Namun demikian, membangun komunikasi tidak boleh hanya bagus pada tingkat personal.Menurut dia, komunikasi itu sangat mahal harganya. Jika polisi senjatanya adalah pistol, maka untuk pejabat senjatanya adalah komu-nikasi, misalnya dengan alat telekkomunikasi. Jadi, setiap saat alat komunikasi harus dibawa supaya lancar. “Kalau tiba-tiba dihubungi tidak bisa, kan sulit bagaimana bisa berkomunikasi secara intens,” katanya.

Lantas, model evaluasi seperti apa yang nan-ti menjadi penentu “kelulusan” pjs sekda, dia akan lalukan dengan cara sederhana. Tidak perlu memanggil dengan rentetean interview, namun cukup dengan mengandalkan peni-laian harian.Terpisah, Pjs Sekda Gunungkidul Supartono mengaku siap menjalankan tugas dengan mak-simal. Pihaknya tidak mempersoalkan hasil evaluasi, namun lebih mementingkan peker-jaan bisa selesai dengan baik dan optimal. “Tidak perlu mengejar jabatan. Sebagai abdi negara, saya siap ditempatkan di mana saja,” kata Supartono. (gun/laz/ong)