ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
DAPAT KRITIKAN: Masyarakat Kecamatan Dukun menggelar kirab budaya saat meresmikan gedung baru kantor Kecamatan Dukun. Kirab dimulai dari Puskesmas Pembantu Desa Banyudono ke kantor baru
MUNGKID – Masyarakat Lereng Merapi, tepatnya di Kecamatan Dukun menggelar kirab budaya. Berbagai karya masyarakat dan lembaga mengikuti kirab yang digelar sejauh 1 kilometer.Mereka berjalan dari Puskemas Pembantu Desa Banyudono menuju gedung baru kantor Kecamatan Dukun. Seluruh pe-serta kirab mengenakan pakaian adat Jawa. Beberapa karya yang di-pamerkan saat itu, di antaranya patung Garuda Raksasa. Staf kantor Kecamatan Dukun juga ikut membawa mesin ketik berkeliling. Mesin ketik ini men-jadi simbol pelayanan ma syarakat. Kirab ini merupakan rangkaian acara peresmian kantor Ke-camatan Dukun. “Pemimpin harus memberikan perlindungan pada rakyat kecil. Dengan gedung baru, pelayanan masyarakat harus lebih baik,” ungkap Bupati Magelang Zaenal Arifin kemarin (18/1).

Selain kirab, acara dilanjutkan pelepasan 3 ribu bibit ikan di Kali Lamat. Mereka juga mem-berikan 9.500 bibit pohon untuk ditanam di kawasan hutan Desa Ngargomulyo yang terbakar pada musim kemarau lalu. Bibit ini merupakan pohon asli Merapi Puspa dan pohon Suren.Camat Dukun Sukamtono menyatakan, siap meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Ini disimbolkan dengan diikutkan-nya mesin ketik dalam kirab budaya. Kantor Kecamatan Dukun ini dibangun di atas tanah 2.600 meter dengan biaya Rp 3,6 mi-liar dari APBD Kabupaten Ma-gelang. “Kantor baru ini dilengkapi aula, ruang rapat, dan sekre tariat untuk instansi dan ormas ke-agamaan,” jelasnya.

Sementara, acara peresmian Kantor Kecamatan Dukun ini mendapat tanggapan dari DPRD Kabupaten Magelang. Proyek pembangunan kantor tersebut diduga bermasalah terkait spesifikasi bangunan. “Proses pembangunannya se-harusnya dievaluasi terlebih dahulu, sebelum diresmikan besar-besaran,” kritik Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabu paten Magelang Sahid.Ia mengatakan, Fraksi Gerindra menyoroti kualitas bangunan kantor Kecamatan Dukun yang dinilai tidak sesuai spesifikasi. Kualitas bangunannya juga dinilai tidak baik. “Banyak ke-kurangan dimana-mana,” ung-kapnya.Saat inspeksi mendadak (sidak) wakil rakyat beberapa waktu lalu, Ketua Komisi I DPRD Mashari menilai, kualitas bangunan kantor Kecamatan Dukun sangat buruk. Selain menemukan beberapa bagian belum selesai dikerjakan, penyelesaian akhir bangunan tersebut juga kurang baik. Proyek tersebut dikerjakan PT Hikmah Kurnia Wonosobo. “Ada tembok yang tidak di-haluskan, tapi sudah dicat,” ungkapnya. (ady/hes/ong)