PEMAIN basket putra ini tidak menonjol meskipun memiliki tinggi badan 175 cm. Namun, dialah yang berhasil menaikkan kepedean teman setimnya jika terjadi gagal shoot. Dia dating sebagai penolong sebagai rebound person dan selalu mencetak angka.

Dialah kapten sekaligus center tim basket putra SMP Pangudi Luhur 1 Jogja yang bernama lengkap Laurentius Hanan Wisma. Meski kalem, laki-lali kelahiran Bantul 2 Januari 2001 itu trengginas jika sudah bermain basket. Dia jago mengobrak abrik pertahanan lawan dengan under ring andalannya.

“Kami menang mental dan ketenangan. Ini pencapaian luar biasa buat saya, apalagi melihat JRBL 2014 kontribusi saya untuk tim masih kurang,” kata Hanan.

Dia mengakui kekurangannya pada JRBL 2015 adalah mental bertandingnya yang belum jadi. Wajar, karena Hanan baru mulai bermain basket saat kelas 7 semester 2.

“Aku harus ngejar ketertinggalanku dari temen-temen yang udah basket dari SD. Maka aku latihan lebih keras, juga dapet pola latihan center sendirian dari coach,” terangnya.

Kerja keras itu berbuah hasil. Baru berkenalan dengan basket dua tahun, Hanan melesat dan akhirnya terpilih menjadi first team Junio JRBL 2015 dan membawa tim putra Espeelsa menyabet gelar champion.

“Semua berkat kerja sama tim dan nasihat coach yang selalu buat saya bersemangat, yaitu jangan kalah sebelum berperang,” kata Hanan.

Selain basket, Hanan aktif sebagai dalang dan niyaga (penabuh gamelan). Hobinya yang dekat dengan kesenian dan budaya ini ternyata sudah dijalani sejak usia dini.

“Selain guru, bapak juga seorang niyaga, karena dari kecil ikut bapak ketika ada wayangan, perlahan aku jadi suka dan ikut menekuni,” cerita laki-laki kelas 9 tersebut.

Menurut Hanan saat ini makin sedikit anak muda yang menyukai atau menekuni kesenian dan kebudayaan bangsanya sendiri. Untuk itu dia berpesan supaya generasinya saat ini juga ikut melestarikan budaya leluhur.

“Jangan cuma suka sama budaya barat, inget juga budaya kita sendiri. Saya berharap ada temen-temen yang juga ikut berkecimpung dan melestarikan budaya jawa, supaya tetap eksis ke depannya nanti,” imbau Hanan.

Terkait basket, Hanan berbagi pesan untuk teman-teman lain. Yakni cepat tanggap dan manfaatkan momentum dengan baik.

“Satu detik dalam basket itu sangat berarti. Maka olahraga ini menuntut kamu cepat beraksi dan memanfaatkan tiap detik di lapangan. Jangan lupa juga kerja keras, latihanmu bakal membuahkan hasil,” pesannya. (ata/iwa/ong)