GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GESIT: Sarjono (22) ketika berkostum Persiba Bantul Sarjono (kiri) berebut bola dengan pemain Persinga Ngawi Andre Sitepu dalam laga Piala Kemerdekaan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (18/8/2015). Sarjono menjadi salah satu pemain yang diandalkan di skuad Pra-PON DIJ.
JOGJA – Asosiasi Provinsi (Asprov) DIJ belum menentukan sikap terkait dengan keikutsertaan tim sepak bola dalam Pra-PON mendatang. Hal ini disebabkan karena sampai dengan kemarin Asprov DIJ belum mendapatkan informasi res-mi dari KONI pusat.Ketua Umum Asprov PSSI DIJ Hadi-anto Ismangoen mengatakan, sebagai organisasi daerah, Asprov PSSI harus tunduk pada induk organisasi yang ada di pusat. Sementara untuk Pra-PON Jawa Barat, oleh PSSI sebagai induk organi-sasi sepak bola di Indonesia tidak dilibatkan. “Kami akan bahas lagi sela-njutnya mengenai keikutsertaan di Pra PON. Kami juga akan berkoordinasi dengan Asprov PSSI daerah lain,” jelasnya.

Nah, setelah ada kejelasan dan berko-ordinasi dengan daerah lain, diharapkan akan segera bisa menentukan. Apakah akan ikut ambil bagian dalam Pra-PON mendatang atau tidak.Wakil Manajer Tim Sepak Bola Pra-PON DIJ Edyanto menjelaskan, pihaknya be-lum mangambil tindakan bagi tim ka-rena Asprov DIJ sendiri belum mengam-bil keputusan soal keikutsertaan di Pra-PON. Dalam rapat pleno yang digelar pada Minggu (17/1) memang secara khusus membahas persoalan keikutser-taan Pra-PON ini. “Asprov belum bisa memutuskan. Sehingga, pemanggilan skuad masih harus menunggu pemba-hasan selanjutnya,” jelas Edyanto.

Edyanto mengatakan, meskipun KONI DIJ menyerahkan sepenuhnya sepak bola Pra-PON kepada Asprov, pihaknya tidak bisa begitu saja nemutuskan untuk ikut ambil bagian. Apalagi Asprov PSSI DIJ berada di bawah naungan PSSI yang sampai saat ini masah dibekukan. “Ini memang keputusan sulit. Nanti akan kembali dibahas bila surat resmi sudah kami terima. Tentunya juga dengan meminta pertimbangan dari KONI,” terangnya.Sebenarnya, berdasarkan rilis yang dikeluarkan KONI Pusat, babak kualifi-kasi memperebutkan tiket PON XIX/2016 akan terpusat di Jabar, pada 20-30 Maret mendatang.Namun Pelatih Pra PON DIJ Seto Nur-diyantara mengatakan, pihaknya belum dihubungi manajemen untuk menggelar latihan. Karena belum ada intruksi, skuad belum berani untuk menggelar latihan. “Belum dihubungi manajemen. Oleh karenanya kami menunggu perin-tah dari manajemen saja. Karena per-siapan tim kewenangan dari manajemen,” jelas beberapa waktu lalu.

Seto berharap manajemen secepatnya mengeluarkan perintah agar Sarjono cs segera berlatih. Sebab dengan persiapan lebih panjang membuat tim pelatih lebih enak untuk menyusun program latihan.Apalagi, saat kali terakhir berkumpul dalam satu tim ketika meladeni tan ta ng-an uji coba dengan tim amatir di Bantul awal Januari lalu, skuad Pra-PON DIJ belum pernah berkumpul lagi. Termasuk menggelar latihan bersama. “Inginnya cepat berlatih juga karena melihat si-tuasi terakhir saat berkumpul dan ber-latih memang kondisi anak-anak drop sekali,” kata dia.Berdasarkan rilis itu, DIJ masuk dalam Grup A bersama Jateng, Banten, DKI Jakarta, dan Jatim.(bhn/din/ong)