YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
DISEGEL: Anggota Satpol PP Sleman memasang papan tanda penutupan toko modern di Pasar Gamping kemarin (18/1). Penutupan juga dilakukan di Jalan Magelang Dusun Wadas, Tridadi.
SLEMAN – Harga diri Pemkab Sleman dipertaruhkan dalam upaya penegakan peraturan daerah tentang toko modern berjejaring. Tindakan tegas aparat Satpol PP dinantikan. Itu menyusul masih banyak-nya toko modern ilegal alias tanpa izin atau melanggar regulasi.Nah, kemarin (18/1), belasan anggota Satpol PP kecele saat mendapati toko modern yang menjadi target operasi lebih dulu tutup. Itu terjadi pada enam toko modern sasaran.

Diduga, informasi rencana operasi bocor ke pemilik toko. Namun, Kasatpol PP Joko Supriyanto membantah hal itu. Dia berprasangka baik bahwa pemilik toko dengan kesadaran sendiri menutup toko sesuai instruksi pemerintah. Kenyataannya, informasi di sekitar lokasi toko menyebutkan bahwa keenam toko masih beroperasi sampai Minggu malam (17/1),atau sehari sebe-lum operasi Satpol PP. Padahal, instruksi pemerintah untuk menutup usaha di-sampaikan sejak Senin (11/1).

Bahkan, peringatan 1-3 telah dilayangkan pada Desember 2015.Toko modern di Pasar Gamping, misalnya. Penjaga toko tetap membuka gerai kemarin pagi. Pintu kaca segera dikunci dan dirantai dengan gembok ketika mengetahui keda-tangan anggota Satpol PP. Hawa dingin AC masih terasa dari sela pintu kaca. Saking buru-burunya, penjaga toko tidak menutup gerai dengan pintu besi seperti lima toko lain yang menjadi target operasi. “Penjaga tokonya kabur naik motor,” ungkap Joko.

Mengetahui hal itu, toko tersebut diper-lakukan beda dengan lainnya. Petugas menempelkan kertas bertuliskan toko tersebut ditutup karena melanggar aturan. Kertas di tempel di salah satu sisi pintu. Tidak tepat di tengah. Joko beralasan agar penjaga toko tetap bisa mengeluarkan barang-barang. “Semua toko melanggar dalam pengawasan. Jika tetap beroperasi, besok kami segel,” tegasnya.Kendati begitu, kewenangan Satpol PP hanya sampai penyegelan. Bagaimana jika setelah disegel tapi toko tetap beroperasi?Kabid Penegakan Perundang-undangan Ignatius Sunarto mengatakan, pelanggaran/pengrusakan terhadap segel resmi pemerintah termasuk tindak pidana. Itu menjadi ranah kepolisian. “Ya, kami akan lapor polisi karena bukan lagi kewenangan Pol PP. Meski bentuknya bukan delik aduan,” jelasnya.

Saat ini pemkab menargetkan 89 toko modern. Mengingat keterbatasan waktu dan personel, operasi dilakukan bertahap. Itu di-kelompokkan berdasarkan jarak radius dari pasar tradisional. Diawali enam toko yang jarak lokasinya kurang 100 meter dari pasar tradisional. Antara lain, 1 unit di Jalan Magelang (timur Polres) Dusun Wadas, Tridadi, Sleman, 2 unit di Pasar Cebongan, 1 unit di Pasar Gamping, dan 2 unit di dekat Pasar Tajem, Maguwoharjo, Depok.Informasi seorang pekerja bengkel di ka-wasan Cebongan, Mlati mengatakan toko modern di depan pasar desa juga baru ditutup kemarin pagi. “Alasannya (penjaga toko) mau direnovasi,” tutur pria paruh baya itu.

Sebanyak 25 toko yang berjarak kurang 200 meter dari pasar tradisional menjadi sasaran berikutnya. Dilanjutkan 20 toko yang jaraknya 500 meter dari pasar dan tidak memiliki izin operasional. Dari pan-tauan koran ini, selain enam tersebut di atas, toko lain yang menjadi target operasi Satpol PP masih beroperasi.Operasi toko modern berlandaskan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Izin Gangguan dan Perda Nomor 18 Tahun 2012 tentang Izin Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.Satpol PP bergerak didampingi petugas Bagian Hukum, Perekonomin, Disperin-dagkop, Badan Penanaman Modal dan Perizinan, dibantu polisi dan anggota Koramil setempat. (yog/din/ong)