KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo mulai menyebar formulir untuk menjaring potensi dan keterampilan tenaga kerja warga terdampak bandara dan yang ada di sekitarnya kemarin (18/1). Formulir disebar melalui kader penang-gulangan kemiskinan Kecamatan Temon.Pendataan potensi dan keterampilan warga terdampak bandara itu diperkirakan akan selesai hingga dua pekan ke depan. Mereka menyebarkan sekitar 1.000 formu-lir dengan mendatangi warga terdampak di lima desa yakni Jangkaran, Sindutan, Palihan, Glagah, dan Kebonrejo. “Warga didatangi ke rumah dan diberikan formulir berisi angket. Isinya, antara lain, menanyakan ingin kerja apa, dan memiliki potensi apa. Harapannya bisa kerja di se-putar bandara atau sektor lainnya,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.

Dijelaskan, mereka yang terdata nantinya akan mendapat pelatihan untuk disiapkan bekerja di lapangan berkaitan dengan proyek bandara. Selain itu, pemkab juga menyiapkan paket pelatihan bagi warga yang potensinya membuka usaha atau be-kerja di lingkungan sekitarnya. “Para kader sudah dikumpulkan dan turun ke lapangan membawa formulir menemui warga. Kader hanya butuh ditraining se-bentar sudah bisa turun lapangan. Target dua pekan ke depan sudah selesai,” jelasnya.

Menurutnya, sasaran utama pendataan ini adalah masyarakat usia produktif. Kendati bagi yang berusia lanjut dan masih berse-mangat untuk bekerja, juga tetap akan ditam-pung untuk kemudian dicarikan peluang. “Kecuali mereka yang masih sekolah se-mentara ini memang belum akan didata, karena belum saatnya bekerja. Formulir ada seribu, namun jika lebih tetap kami tampung. Sampai saat ini yang daftar paket pelatihan sudah 940 calon,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Tenaga-kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo Eka Pranyata juga menyampaikan, seedikitnya ada 72 paket pelatihan tenaga kerja yang sudah disiapkan. Paket itu diprio-ritaskan untuk warga terdampak bandara. “Penjaringan di wilayah sekitar bandara menjadi prioritas, karena mereka terkena dampak langsung pembangunan bandara. Pelatihan ada berbagai bidang, di antaranya teknik mesin, tukang, menjahit, kelistrikan, dan tata boga,” ujarnya. (tom/laz/ong)