JOGJA – Pemprov DIJ sudah menerima usulan pengesahan dan pelantikan bupati dan wakil bupati Sleman terpilih dari DPRD Sleman. Pemprov DIJ baru akan melakukan pengecekan berkas yang diajukan sesuai prasyarat, setelah mengundang tim ahli serta menunggu surat dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Setprov DIJ Benny Suharsono mengatakan sudah menerima usulan dari DPRD Sleman, yang dikirimkan ke Guber-nur Jumat lalu (15/1).

Selanjutnya Biro Tapem akan mengundang tim untuk melakukan verifikasi prasyarat. “Kami sudah membaca dan mencermati, secara tek-nis nanti juga ada verifikasi dokumen,” ujar Benny kemarin (18/1).Dalam usulan yang dikirimkan pimpinan DPRD Sleman terdapat catatan. Isinya menerangkan bahwa wakil bupati Sleman terpilih Sri Muslimatun masih berstatus sebagai anggota DPRD Sleman. Tapi menurut dia, hal itu sebagai hal yang lumrah. Benny menjelaskan pihaknya sudah mengantisipasi persoalan yang ter-jadi di Sleman.

Menurut dia, sejak minggu lalu pihaknya sudah melayangkan surat ke Kemendagri untuk meminta jawaban secara tertulis. “Kami tidak mau sekadar lisan saja. Tapi inginnya tertulis untuk menjadi pegang-an bersama,” ungkapnya.Mantan Kepala Bidang Data dan Statistik Bappeda DIJ itu menegaskan, Pemprov DIJ dalam menjalankan tugas sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, tetap berpedoman pada peraturan perundangan. “Saat ini kami tidak sedang menerjemahkan, tapi melaksanakan perundangan,” jelasnya.

Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengaku belum menerima usulan dari DPRD Sleman tersebut. HB X memperkirakan saat ini proses masih berada di stafnya, belum disampaikan kepada-nya untuk dimintakan tanda tangan. “Belum diusulkan ke saya kok. Kalau yang sudah selesai kan Bantul dan Gunungkidul. Itu sudah ditandatangani,” terang-nya. (pra/din/ong)